Aktivis HAM Tolak 3 Petinggi TNI di Kabinet Jokowi-JK

KBR, Jakarta- Koalisi pegiat Hak Asasi Manusia akan menyerahkan sejumlah nama yang memiliki latar belakang buruk dalam penegakan HAM kepada Capres terpilih Joko Widodo

NASIONAL

Jumat, 22 Agus 2014 10:40 WIB

Author

Nanda Hidayat

Aktivis HAM Tolak 3 Petinggi TNI di Kabinet Jokowi-JK

aktivis HAM, Jokowi, petinggi TNI


KBR, Jakarta- Koalisi pegiat Hak Asasi Manusia akan menyerahkan sejumlah nama yang memiliki latar belakang buruk dalam penegakan HAM kepada Capres terpilih Joko Widodo. Rencananya, pertemuan pegiat HAM dengan Jokowi akan berlangsung pada September 2014 nanti.

Direktur Eksekutif LSM HAM Imparsial Poengky Indarti mengatakan, bekas Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Hendroproyono, bekas Panglima TNI Wiranto serta Sutiyoso masuk dalam daftar nama yang tidak boleh masuk di kabinet Jokowi-JK. Selain itu, koalisi HAM juga meminta Jokowi meningkatkan kinerja Komnas HAM dan Kejaksaan untuk menuntaskan berbagai kasus kejahatan HAM masa lalu yang sudah memiliki bukti kuat.

" Kita lagi susun nama-namanya dan diduga nama-nama pelaku yang diduga melanggar HAM berat. Seperti Hendropriyono dalam kasus Talangsari dan diduga ada kaitannya dengan kasus kematian Munir. kemudian Wiranto dalam kasus kerusuhan Mei dan Sutiyoso dalam kasus 27 Juli, jadi kita kasih program dan kasih nama-nama yang buruk dan usulan nama yang bisa dipertimbangakan Jokowi, " kata Poengky Indarti dalam Program Sarapan Pagi KBR, Jumat (22/08/2014) hari ini.

Rencananya, Joko Widodo akan segera bertemu dengan para pegiat Hak Asasi Manusia untuk memberikan masukan pada program 100 hari pertama pemerintahan. Imparsial sudah menyiapkan usulan seperti penuntasan 1 dari 7 kasus HAM yang ada di Kejaksaan Agung, diantaranya kasus Talangsari Lampung, kerusuhan Mei 97-98 dan kasus penghilangan paksa.

Editor: Luviana

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Kontras Surabaya Desak Polisi Tangkap Pelaku Rasisme di Asrama Mahasiswa Papua