covid-19

Rupiah Melemah, Yuuk Rame-Rame Lepas Dollar

KBR68H, Jakarta- Pengamat Ekonomi Yanuar Rizki mendesak agar pemerintah dan pejabat negara untuk berani melepas saham-sahamnya pada perusahaan asing.

NASIONAL

Senin, 26 Agus 2013 22:09 WIB

Author

Ade Irmansyah

Rupiah Melemah, Yuuk Rame-Rame Lepas Dollar

rupiah anjlok, kenaikkan bbm, BI, lepas dollar

KBR68H, Jakarta- Pengamat Ekonomi Yanuar Rizki mendesak agar pemerintah dan pejabat negara untuk berani melepas saham-sahamnya pada perusahaan asing. Dia yakin cara itu dapat menekan lemahnya nilai tukar Rupiah terhadap Dollar. Selain itu langkah tersebut dinilainya sebagai bentuk komitmen pemerintah dan pejabat untuk tidak mencari keuntungan atas melemahnya Rupiah.

"Sebetulnya sih kalo kita mau buka-bukaan lagi bahwa seberapa banyak mereka menyimpan saham atau sun di bank asing. Karena kalau dia simpan itu jelas dia menikmati keuntungan capital game dari tradding akhir-akhir ini gitu. Itu juga yang bisa kita katakan bahwa biasnya kebijakan selama ini ya karena kepentingan dia selama ini ya karena kepentingan dia juga. Penekanan saya adalah itu adalah etika moral gitu ya, orang yang puna kebijakan disitu dia harus lepaskan. Bahkan tidak hanya kurs ya, tapi juga termasuk juga saham dan sebagainya dia harus dalam posisi tidak punya posisi tradding, sehingga dia tidak punya kepentingan apa-apa gitu", ujarnya kepada KBR68H saat dihubungi.

Pengamat Ekonomi, Yanuar Rizki menambahkan, langkah ini memang tidak akan berpengaruh besar bagi perekonomian Indonesia. Hanya saja dia yakin ini menjadi penilaian positif bagi rakyat terhadap pemerintah karena mau sedikit berkorban di tengah melemahnya rupiah tersebut. Sebelumnya pemerintah mengumumkan empat paket kebijakan untuk mengatasi krisis keuangan di Indonesia. Menko Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan paket kebijakan itu diantaranya menurunkan impor minyak dan gas bumi serta pemberian insentif kepada industri. Empat langkah itu dikeluarkan setelah nilai tukar rupiah terus melemah terhadap dolar Amerika.

Editor : Rony Rahmatha

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

DE-SI (Depresi to Prestasi)

War On Drugs

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10