Bagikan:

Perdagangan Bebas Ancam Kesejahteraan Rakyat

KBR68H, Jakarta - Koalisi Masyarakat Sipil untuk APBN Kesejahteraan menilai perdagangan bebas berpengaruh terhadap menurunnya kesejahteraan masyarakat.

NASIONAL

Jumat, 16 Agus 2013 08:52 WIB

Author

Nur Azizah

Perdagangan Bebas Ancam Kesejahteraan Rakyat

perdagangan bebas, Asean, perekonomian

KBR68H, Jakarta - Koalisi Masyarakat Sipil untuk APBN Kesejahteraan menilai perdagangan bebas berpengaruh terhadap menurunnya kesejahteraan masyarakat. Peneliti dari Indonesia for Global Justice Rachmi Hertanti mengatakan, tingginya nilai impor di sektor pangan memperburuk kondisi nelayan dan petani lokal. Untuk itu, perdagangan bebas menimbulkan masalah kemiskinan dan pengangguran baru.

"Kalau 2012 sebesar 1,65 miliar US Dollar, tetapi di tahun 2013 ini di kuartal Januari - Mei itu sudah sampai 2,5 milliar US Dollar. Juga persoalan perdagangan bebas ini menjadi momok terkait dengan persoalan kemiskinan dan pengangguran kita hari ini. Bahwa persoalan pembukaan pasar, kemudian terkait dengan melonjaknya angka impor kita ternyata tidak hanya berdampak pada nilai perdagangan, tapi juga berdampak pada kesejahteraan masyarakat Indonesia khususnya petani, UKM, nelayan, dan sebagainya," kata Rachmi.

Tahun 2015 Komunitas Ekonomi ASEAN (ASEAN Economic Community (AEC)) akan mulai diberlakukan. ASEAN juga telah memiliki Perjanjian Perdagangan Bebas (FTA) dengan enam negara mitra ekonominya seperti Jepang, Cina, Korea Selatan, India, Australia, dan New Zealand. Namun menurut Koalisi Masyarakat Sipil untuk APBN Kesejahteraan, tingkat daya saing Indonesia masih sangat rendah jika dibandingkan negara-negara lain.

Laporan Forum Ekonomi Dunia (World Economic Forum) 2013 mencatat daya saing tenaga kerja Indonesia yang diukur lewat produktivitasnya menempati peringkat ke 34 dibawah Kamboja dan Thailand.

Editor: Suryawijayanti

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Kabar Baru Jam 15

Kabar Baru Jam 14

Most Popular / Trending