Pengusaha Siap Pasok Biodiesel untuk Pertamina

Industri biodiesel mengklaim siap memasok Bahan Bakar Nabati (BBN) untuk memenuhi rencana pemerintah mencampurkan biodiesel dengan Bahan Bakar Minyak (BBM) murni.

NASIONAL

Kamis, 29 Agus 2013 10:28 WIB

Author

Wiwik Ermawati/Bambang Hari

Pengusaha Siap Pasok Biodiesel untuk Pertamina

biodiesel, pertamina, bahan bakar nabati

KBR68H, Jakarta - Industri biodiesel mengklaim siap memasok Bahan Bakar Nabati (BBN) untuk memenuhi rencana pemerintah mencampurkan biodiesel dengan Bahan Bakar Minyak (BBM) murni. 


Ketua Dewan Minyak Sawit Indonesia (DMSI), Derom Bangun mengatakan setidaknya ada sekitar 12 pabrik biodiesel yang dapat memenuhi kebutuhan pemerintah untuk memenuhi kebutuhan bahan baku pengganti tersebut. Namun pihaknya meminta pemerintah memperbaiki jalur distribusi di wilayah luar Pulau Jawa dan Sumatera agar penyaluran biodisel lancar.


"Terutama dalam distribusi dan alat pencampur tadi yang namanya blending equipment yang belum banyak terpasang. Selain itu juga terjadi kadang-kadang kurang lancarnya pembelian dari Pertamina kepada pabrik-pabrik itu,” kata kata Derom dalam Program Sarapan Pagi KBR68H. 


Sementara, Bekas Ketua Tim Nasional Pengembangan Bahan Bakar Nabati, Al Hilal Hamdi menuturkan kebijakan pemerintah untuk meningkatkan produksi biodiesel dinilai belum mampu dilaksanakan. Kata Al Hilal, saat ini perusahaan yang bergerak di bidang biodiesel di Indonesia dianggap belum sanggup memenuhi kebutuhan itu. Penyebabnya, kata dia, banyak perusahaan biodiesel yang belum memiliki kebun sendiri.


"Mendekati 50 persen dari kapasitas yang ada, itu industri biodiesel yang berdiri sendiri. Tidak punya kebun. Saya kira mungkin sekitar 50an persen itu rata-rata industri yang mandiri. Sehingga saat pemerintah mau membeli itu, mereka juga gelagapan. Karena selama ini industri ini dying atau sekarat. Apalagi kalau bicara soal bio-ethanol. Itu sudah mangkrak sejak entah kapan. Karena kebijakan pemerintah yang tidak jelas," katanya. 


Ia mengusulkan agar pemerintah memberikan subsidi kepada perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang biodiesel.


Pemerintah mengeluarkan paket kebijakan ekonomi untuk mengurangi dampak pelemahan rupiah terhadap dolar AS, di antaranya menekan impor solar melalui substitusi dengan pencampuran unsur nabati biodiesel sebesar 10 persen. 


Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik mengatakan mandat penambahan sebesar 10 persen sudah ditandatangani dalam bentuk peraturan menteri. Jero menambahkan, dengan penambahan sebesar 10 persen akan mampu mengurangi impor solar, karena saat ini produksi biodiesel hanya 6,5 juta kilo liter.


Editor: Antonius Eko 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Rangkuman Berita Sepekan KBR

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17