Pengamat: Sawit Sumbang Pemanasan Global

KBR68H, Jakarta - Pemerintah dinilai keliru karena telah menyatakan kebun sawit tak menyumbang pemanasan global. Direktur Sawit Watch Jefri Gideon Saragih mengatakan, proses pembukaan lahan yang diperuntukkan bagi kebun sawit primer melepas ratusan metrik

NASIONAL

Jumat, 30 Agus 2013 18:52 WIB

Author

Nur Azizah

Pengamat: Sawit Sumbang Pemanasan Global

kelapa sawit, pemanasan global

KBR68H, Jakarta - Pemerintah dinilai keliru karena telah menyatakan kebun sawit tak menyumbang pemanasan global. Direktur Sawit Watch Jefri Gideon Saragih mengatakan, proses pembukaan lahan yang diperuntukkan bagi kebun sawit primer melepas ratusan metrik ton karbon.

Ini berarti memangkas kemampuan  hutan primer terhadap emisi karbon yang memicu pemanasan global. Sedangkan kebun sawit yang ditanam di hutan primer hanya mampu menangkap 5 metrik ton per hektar.

"Kalau dia mengkonversi hutan primer dalam satu hektar itu bisa mencapai sekitar 600an metrik ton emisi karbon yang terlepas dari kawasan hutan itu. Nah kalau ditanam kebun sawit, itu satu hektar kebun sawit itu hanya mampu menangkap CO2, emisi karbon itu hanya sekitar 5,2 metrik ton. Kala lahan gambut itu dibuka itu sekitar 300an metrik ton emisi karbon yang terpapar ke permukaan udara. Naha sementara daya tangkapnya sawit tadi kalau di lahan gambut hanya sekitar 5 metrik ton per hektar," terang Jefri kepada KBR68H.

Jefri menambahkan, proses dalam produksi sawit juga menimbulkan emisi karbon, seperti penggunaan pupuk dan emisi fosil yang dihasilkan dari bahan bakar pengangkutan sawit.

Sebelumnya, pemerintah mengakui jika perkebunan sawit mampu mengurangi gas karbon. Menteri koordinator bidang perekonomian Hatta Rajasa mengatakan ladang sawit lebih efektif ketimbang hutan tropis dan tidak menyebabkan pemanasan global seperti yang selama ini digemborkan. 

Hatta meminta inovasi ini untuk terus dikembangkan sehingga Indonesia dapat menjadi kawasan ekonomi hijau.

Editor: Suryawijayanti 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Rangkuman Berita Sepekan KBR

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18