Bagikan:

Menkeu Chatib Ungkap Kondisi Perekonomian Hingga Oktober

Menteri Keuangan, Chatib Basri memprediksi perekonomian Indonesia akan mengalami penurunan harga atau deflasi pada Oktober mendatang.

NASIONAL

Kamis, 08 Agus 2013 20:14 WIB

Author

Ade Irmansyah

Menkeu Chatib Ungkap Kondisi Perekonomian Hingga Oktober

Menkeu Chatib, Perekonomian, Inflasi, Deflasi

KBR68H, Jakarta - Menteri Keuangan, Chatib Basri memprediksi perekonomian Indonesia akan mengalami penurunan harga atau deflasi pada Oktober mendatang.

Menurut dia, pada bulan September mendatang pergerakan level inflasi akan bergerak ke arah normal. Penurunan harga ini dipengaruhi kebijakan impor yang tengah gencar dilakukan pemerintah.

“Sekarang kan, Pak Gita barang impornya udah mulai dateng nih jadi suplainya akan tambah. Sehingga inflasi Agustus seharusnya lebih rendah dari pada inflasi Juli, tapi masih relatif tinggi karena BBM itu biasanya dampaknya 3 bulan. Kemudian September itu sudah mulai kembali ke normal," ujarnya kepada wartawan saat acara open house di kediamannya.

Namun, Menkeu Chatib ragu target inflasi sebesar 7,2 persen akan tercapai.

“Saya berharap kalo pasokannya ada itu mudah-mudahan Oktober bisa deflasi. Tetapi overall, target 7,2 persen itu berat sekarang. Tapi kalau anda lihat patokan dari inflasi Indonesia masih 10 persen, saya kira ngga, saya masih percaya disekitar 8 persenan,” tambah Chatib.

Pada Juli lalu, inflasi Indonesia mencapai 3,29 persen. Kenaikan inflasi ini dipengaruhi naiknya harga bahan bakar minyak, bahan makanan, transportasi dan komunikasi. Level inflasi ini tercatat tertinggi sejak 2008 silam.

Berdasarkan catatan BPS, inflasi Januari hingga Juni sebesar 6,75 persen, inflasi tahunan tercatat 8,61 persen. Sedangkan, inflasi komponen inti dari tahun ke tahun mencapi 0,99 persen dan inflasi inti sebesar 4,4 persen.

Editor: Anto Sidharta

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Jalan Berliku Warga Ibu Kota Dapatkan Udara Bersih