GAPMMI: Rupiah Melemah, Harga Makanan dan Minuman Naik

KBR68H, Jakarta- Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI) memprediksi harga makanan dan minuman bakal naik 5-10 persen, jika rupiah terus melemah.

NASIONAL

Jumat, 23 Agus 2013 07:47 WIB

Author

Eli Kamilah

GAPMMI: Rupiah Melemah, Harga Makanan dan Minuman Naik

rupiah, harga makanan dan minuman, naik, GAPMMI

KBR68H, Jakarta- Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI) memprediksi harga makanan dan minuman bakal naik 5-10 persen, jika rupiah terus melemah. Sekjen GAPMMI Franky Sibarani mengatakan kenaikan harga tak bisa dihindari karena biaya bahan baku makin mahal sehingga berdampak pada biaya produksi industri. Salah satu Kenaikannya, terjadi pada produk turunan industri tepung terigu yaitu mi instan yang 100% menggantungkan dari gandum impor.

"Terhadap BBM saja pengaruhnya sampai dua persen, tetapi ketika BBM naik, kita kan langsung naik. Saat ini boleh disimpulkan kenaikan itu bisa diatas dua persen, bisa 5-10 persen secara akumulasi sejak bulan Mei," ujar Franky Sibarani kepada KBR68H.

Sebelumnya, kurs rupiah terhadap dolar AS terus melemah, hingga pagi tadi dolar berada di level tertingginya di posisi Rp 11.023. Selain industri makanan, komponen impor industri mobil seperti mesin, baja ,dan lain-lain yang sangat tergantung dengan kurs rupiah juga akan mengalami kenaikan.

Pemerintah masih menyusun secara detail paket kebijakan ekonomi yang akan diambil untuk mengatasi rupiah dan melemahnya IHSG. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan paket kebijakan tersebut baru akan diterbitkan pada Jumat (23/8).

SBY mengatakan ada dua kebijakan utama yang akan dikeluarkan dalam waktu dekat. Salah satunya adalah mendorong peningkatan laju investasi akibat ekspor yang menurun dan menjaga stabilitas harga agar tidak terjadi inflasi yang terlalu tinggi.

Presiden juga berharap masyarakat bisa menerima paket kebijakan yang bakal diputuskan pemerintah. SBY mengatakan setelah diterbitkan, paket kebijakan secara detail akan diumumkan oleh para Menteri terkait, dan akan dijalankan langsung akhir pekan ini.

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Kabar Baru Jam 8

Bangun dari Demotivasi Skripsi

Catatan dan PR bagi Kapolri Baru

Kabar Baru Jam 10