BPOM: Produk Susu Beracun Selandia Baru Tidak Masuk Indonesia

KBR68H, Jakarta - Badan Pengawas Obat dan Makanan menyatakan tidak ada produk Fonterra yang mengandung bakteri berbahaya beredar di Indonesia.

NASIONAL

Selasa, 06 Agus 2013 22:55 WIB

Author

Guruh Dwi Riyanto

BPOM: Produk Susu Beracun Selandia Baru Tidak Masuk Indonesia

Produk Susu Beracun, Selandia Baru, Tidak Masuk Indonesia


KBR68H, Jakarta - Badan Pengawas Obat dan Makanan menyatakan tidak ada produk Fonterra yang mengandung bakteri berbahaya beredar di Indonesia. Deputi Bidang Pengawasan Pangan dan Bahan Berbahaya Roy Sparingga mengaku sudah meminta informasi resmi pada perusahaan itu melalui kedutaan besar Selandia Baru. Namun, ia berjanji akan terus mencari informasi untuk memastikan lebih lanjut.

"Managin Director Asia-Pasific tengah untuk Fontera akan bertemu saya senidri minggu depan. Kami meminta kronologis bagaimana profile resiko dan mengapa ini bisa terjaid. Termasuk ini diekspor ke negara-negara yang saya sebutkan untuk diolah menjadi produk apa saja dan produksnya ke mana saja," jelas Deputi Bidang Pengawasan Pangan dan Bahan Berbahaya Badan Pengawas Obat dan Makanan Roy Sparingga ketika dihubungi KBR68H.

Deputi Bidang Pengawasan Pangan dan Bahan Berbahaya Roy Sparingga. Sebelumnya, eksportir susu raksasa Fonterra mengumumkan temuan bakteri botulisme dalam konsentrat whey pada sebagian produknya. Produk eksportir susu keempat terbesar di dunia itu diekspor ke 7 negara seperti Cina. Akibat skandal itu, Perusahaan asal Selandia Baru itu menarik lebih dari 1.000 ton produk mereka. (Baca: Produsen Susu China Tarik Susu Formula yang Mengandung Merkuri)

Editor: Nanda Hidayat

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Ramadan Kelabu Korban Gempa Malang

Kabar Baru Jam 7

Maqam Ibrahim: Mengaji Artefak Arkeologi

Kebebasan dalam Berpakaian

Kabar Baru Jam 8