3 September, Buruh Kembali Turun Jalan

KBR68H, Jakarta - Kalangan buruh dari Forum Buruh Lintas Pabrik berencana menggelar aksi demonstrasi untuk menentang kebijakan pemerintah terkait penetapan upah minimum buruh 2014. Kalangan buruh yang mayoritas dari buruh garmen itu akan berdemonstrasi

NASIONAL

Sabtu, 31 Agus 2013 12:39 WIB

Author

Nur Azizah

3 September, Buruh Kembali Turun Jalan

Buruh, UMP, inflasi, upah minimum

KBR68H, Jakarta - Kalangan buruh dari Forum Buruh Lintas Pabrik berencana menggelar aksi demonstrasi untuk menentang kebijakan pemerintah terkait penetapan upah minimum buruh 2014.

Kalangan buruh yang mayoritas dari buruh garmen itu akan berdemonstrasi pada 3 September mendatang.

Ketua Forum Buruh Lintas Pabrik, Jumisih mengatakan pemerintah menganak tirikan buruh di sektor industri padat karya karena membatasi kenaikan upah minimum sebesar lima persen ditambah inflasi. Sedangkan buruh di sektor industri umum diberi batas maksimal kenaikan upah mencapai 10 persen.

"kami akan melakukan aksi menolak Inpres itu, sekaligus menyampaikan ajakan kepada buruh buruh. Kita enggak peduli. Pemerintah kan gembar gembor begini, sektor garmen itu upahnya 5 persen plus inflasi, sektor lain 10 persen plus inflasi. Kenapa dibeda-bedakan garmen dengan yang lain? kenapa harus selalu garmen yang menjadi korban," jelas Jumisih kepada KBR68H.

Pekan lalu pemerintah menetapkan batas kenaikan Upah Minimum Provinsi tahun depan maksimal 10 persen ditambah inflasi tahunan. Penetapan itu akan dituangkan melalui instruksi presiden.

Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Radjasa mengatakan, gubernur tidak boleh menetapkan UMP melebihi rekomendasi dewan pengupahan.

Khusus untuk buruh di sektor industri padat karya, kenaikan upah buruh tidak boleh melebihi lima persen plus kenaikan karena inflasi.

Juru bicara Kemenakertans Suhartono mengatakan, pembatasan aturan penaikan upah ini untuk mencegah perusahaan bangkrut, pemecatan buruh dan tetap membuka peluang dibukanya lapangan kerja baru.

Editor: Agus Luqman

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

DPR Desak Menteri BUMN Evaluasi Total BUMN

Perempuan dan Anak Dalam Pusaran Terorisme