Tren Merawat Kulit, Momen Bisnis Skincare Lokal Unjuk Gigi

Produk skincare lokal makin diminati di pasar dalam negeri

Selasa, 12 Juli 2022

KBR, Jakarta- Perawatan wajah sudah jadi kebutuhan yang tidak dapat dipisahkan dari gaya hidup masyarakat. Berdasarkan survei Inventure dan Alvara Research Center 2021, selama pandemi konsumen makin concern dengan kesehatan kulit. Ini bikin produk skincare laris manis. 

Merek (brand) lokal pun ikut raup cuan, seiring meningkatnya awareness soal pentingnya merawat kulit. Harga yang terjangkau, dan kualitas yang tak kalah dengan produk impor membuat skincare lokal makin diminati.

Pemilik (owner) dan co-founder 27 Degrees Dilah Rahmah menyebut memang usaha skincare dalam negeri semakin ramai beberapa tahun belakangan.

“Di tahun-tahun pandemi banyak brand-brand skincare baru yang muncul, demand-nya tinggi banget di Indonesia. Sayang banget kalau demand yang tinggi itu diisi produk-produk dari luar” ujarnya.

Produk-produk seperti masker dan pembersih muka (facewash) jadi barang yang dicari di masa pandemi.

Tumbuhnya konsumen skincare lokal dimanfaatkan Dilah untuk mengembangkan produk mengikuti tren pasar. Bahan-bahan yang sedang hits disesuaikan dengan formula 27 Degrees.

“Misalnya lagi booming ceramide kita pakai ceramide juga ga masalah. Cuma harus punya identity. Misalnya kita pakai cantella terus pakai ceramide, jadi perbedaannya begitu,” kata perempuan lulusan apoteker Universitas Indonesia ini.

Baca juga: 

Content Marketing, Strategi Nge-Boost Engagement

Seruput Cuan di Pasar Besar Kopi Lokal

Owner 27 Degrees Dilah Rahmah menyebut produk skincare lokal semakin diminati karena harga dan kualitasnya bersaing dengan produk impor. (Dok: Pribadi)

Tak hanya itu, salah satu kekuatan brand skincare lokal adalah cara pemasarannya yang masif di platform online. Tren ini juga diikuti Dilah dengan menjajal berbagai jenis media sosial untuk memasarkan produknya.

“Dan yang paling terbaru ini Tiktok. Kita endorse nano influencer yang murah-murah dan kita kirim ke 100 atau 200 orang, mereka bikin video yang bagus dan itu bantu banget,” jelas Dilah.

Makin banyaknya orang yang memilih menggunakan produk perawatan wajah membuat pendapatan bisnis skincare lokal ini meroket. Rata-rata pemasukan Dilah mencapai Rp50-an juta sebulan.

“Paling tinggi kita sebulan pernah Rp90 (juta). Kita paling tinggi itu pernah setahun kita Rp1,2 M,” katanya.

Dengarkan obrolan seru soal bisnis skincare lokal ini di Uang Bicara episode Tren Merawat Kulit, Momen Bisnis Skincare Lokal Unjuk Gigi bersama Owner dan Co-Founder 27 Degrees Dilah Rahmah di KBRPrime, Spotify, Google Podcast, dan platform mendengarkan podcast lainnya.