Bagikan:

Sistem Maid Online, Pemerintah Stop Kirim Buruh Migran ke Malaysia

"Perwakilan kita yang ada di Malaysia menemukan beberapa bukti bahwa Malaysia masih menerapkan apa yang disebut sebagai sistem maid online."

NASIONAL

Jumat, 15 Jul 2022 11:25 WIB

Author

R. Fadli

Sistem Maid Online buruh migran, tangkapan layar situs Imigrasi Malaysia,  Jumat (15/7/22).

Sistem Maid Online buruh migran, tangkapan layar situs Imigrasi Malaysia, Jumat (15/7/22).

KBR, Jakarta-  Indonesia menunggu itikad baik Malaysia menghapus perekrutan Buruh Migran Indonesia (BMI) melalui Sistem Maid Online (SMO). Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri Indonesia, Judha Nugraha menjelaskan, SMO adalah mekanisme rekrutmen pekerja migran yang diluar kesepakatan MoU bilateral 1 April 2022. 

Kata dia, Sistem Maid Online juga menjadi salah satu pemicu pemerintah Indonesia menghentikan sementara pengiriman pekerja migran ke Malaysia.

"Namun kemudian perwakilan kita yang ada di Malaysia menemukan beberapa bukti bahwa Malaysia masih menerapkan apa yang disebut sebagai sistem maid online. Sistem ini adalah mekanisme rekrutmen yang diluar kesepakatan yang ada dalam hal MoU. Hal ini tentunya tidak sesuai dengan isi dari MoU yang sudah ditandatangani bersama," ujar Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri Indonesia (Kemlu RI), Judha Nugraha, pada press briefing mingguan Kemlu RI, Kamis (14/7/2022).

Judha melanjutkan, "secara khusus SMO atau system maid online ini membuat posisi pekerja migran kita menjadi rentan tereksploitasi."

Baca juga:

Judha berharap, Malaysia kembali mematuhi MoU pengiriman pekerja migran yang sudah disepakati sebelumnya. Yaitu, menerapkan "sistem satu kanal" sebagai satu-satunya mekanisme legal, guna merekrut dan menempatkan pekerja migran Indonesia di sektor domestik Malaysia.

Dalam nota kesepahaman tersebut, khususnya di Pasal 3 dan Appendiks C, disepakati bahwa penempatan pekerja migran sektor domestik dari Indonesia ke Malaysia dilakukan melakui satu kanal. Sistem ini menjadi satu-satunya mekanisme yang sah untuk merekrut dan menempatkan pekerja migran sektor domestik asal Indonesia di Malaysia.

Sebelumnya, Menteri Tenaga Kerja Indonesia, Ida Fauziyah juga sudah menegaskan, menghentikan sementara pengiriman pekerja migran Indonesia sektor domestik ke Malaysia. Penghentian itu sudah disampaikan ke KBRI Kuala Lumpur, dan ke Kementerian SDM Malaysia.

Editor: Rony Sitanggang

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Laporan Temuan Ombudsman soal Penanganan Bencana

Most Popular / Trending