Bagikan:

Saat Wabah PMK, Ini Tips Mengolah Daging Hewan Kurban

Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan telah memberikan tips pengolahan daging saat wabah PMK

NASIONAL

Jumat, 08 Jul 2022 12:43 WIB

Author

Lea Citra

Wabah PMK, Jamaah Tarekat Naqsabandiyah membersihkan daging kurban yang akan dibagikan di  Padang, S

Waspada wabah PMK, Jamaah Tarekat Naqsabandiyah membersihkan daging kurban yang akan dibagikan di Padang, Sumbar, Jumat (8/7/22). (Antara/Iggoy el Fitra)

KBR, Jakarta–  Kementerian Pertanian mencatat penyakit mulut dan kuku (PMK) sudah menyebar di 21 provinsi dan 232 kabupaten/kota. Jelang perayaan Iduladha, bagaimana mengolah daging  yang kita dapatkan saat kurban nanti di tengah wabah PMK? 

Ketua Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) koordinator wilayah (Korwil) Jawa Timur, Deddy F Kurniawan mengatakan,  daging bisa diolah seperti biasanya  karena daging hewan yang terkena PMK aman bagi manusia. 

Kata dia, konsumsi daging hewan yang terpapar PMK  tidak memiliki efek samping tertentu.

"Kalau dagingnya itu untuk dikonsumsi manusia, tidak ada, tidak ada yang khusus. Karena memang dia tidak akan berbahaya buat manusia. Jadi kita mau mengolah sama persis seperti kita biasanya kalau sehari-hari, juga tidak ada masalah begitu. Memang idealnya dia dilayukan ya, kalau bahasa Inggrisnya itu resting, diistirahatkan supaya teksturnya, vitaminnya segala macamnya tetap terjaga dengan baik ya," jelas Deddy kepada KBR, Kamis (7/7).

Baca juga:


Meski   bisa mengolah sapi seperti biasanya, Ketua  PDHI  Jawa Timur, Deddy F Kurniawan menyarankan masyarakat merebus daging dari beberapa bagian.

"Jadi memang idealnya dimusnahkan ya, tidak dimakan. Tetapi kalau kita mau dimakan pun, sebetulnya  tidak akan tertular PMK. Sehingga pemerintah menghimbau daerah kepala, bibir, kaki, organ, apapun ya jeroan itu direbus dulu sebelum dibagikan," ungkapnya.

Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan telah  memberikan tips pengolahan daging di tengah penyebaran PMK;

1. Daging tidak dicuci sebelum diolah.
2. Rebus daging selama 30 menit di air mendidih.
3. Jika daging tidak langsung dimasak atau akan disimpan di freezer maka daging bersama kemasan disimpan terlebih dahulu pada suhu dingin minimal 24 jam.
4. Pastikan memilih jeroan yang sudah direbus. Kalau mendapatkan jeroan yang belum direbus, pastikan merebusnya di air mendidih selama 30 menit sebelum disimpan atau diolah.
5. Bekas kemasan daging tidak langsung dibuang, melainkan direndam dengan deterjen, pemutih, atau cuka terlebih dahulu. Ini dilakukan untuk mencegah pencemasan virus ke lingkungan.


Editor: Rony Sitanggang

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Menyongsong Terbitnya Rupiah Digital

Episode 4: Relasi Kuasa: Akar Kekerasan & Pengaturannya Dalam UU TPKS

Kabar Baru Jam 7

Kabar Baru Jam 7

Bagaimana Stok dan Stabilitas Harga Pangan Jelang Nataru?

Most Popular / Trending