Bagikan:

Rencana Tarif Masuk TN Komodo 3,7 Juta, Ini Kata Jokowi

Kedua wilayah tersebut akan memiliki tarif masuk yang berbeda.

NASIONAL

Jumat, 22 Jul 2022 11:29 WIB

Author

Heru Haetami

Rencana Tarif Masuk TN Komodo 3,7 Juta, Ini Kata Jokowi

Ilustrasi: Taman Nasional Komodo di NTT. Foto: Creative-Commons

KBR, Jakarta- Rencana kenaikan tarif masuk kawasan Taman Nasional Komodo dikeluhkan oleh para pelaku usaha kecil di sektor pariwisata.

Menanggapi hal itu, Presiden Joko Widodo mengatakan bahwa pemerintah menginginkan ada keseimbangan antara konservasi dan nilai ekonomi dari pariwisata.

"Kita ingin konservasi, tapi kita juga ingin ekonomi lewat turis lewat wisatawan. Ini harus seimbang," kata Jokowi di Pulau Rinca, Labuan Bajo, NTT, Kamis, (21/7/2022).

Pembagian Kawasan

Jokowi mengatakan pemerintah sepakat membagi kawasan Taman Nasional Komodo dalam wilayah konservasi dan wisata.

Untuk konservasi, telah disepakati letaknya di Pulau Komodo dan Pulau Padar. Sedangkan, untuk wisatawan Komodo bisa disaksikan di Pulau Rinca.

Kedua wilayah tersebut akan memiliki tarif masuk yang berbeda. Untuk masuk Pulau Rinca, Jokowi pastikan tidak ada perubahan harga tiket.

Sementara Pulau Komodo dan Padar, harganya akan berbeda, dan lebih mahal dengan alasan area konservasi.

Tarif Belum Ditentukan

Meski demikian, Jokowi belum memastikan berapa tarif yang ditetapkan untuk masuk area konservasi komodo.

Sebelumnya, massa yang tergabung dalam Forum Masyarakat Penyelamat Pariwisata Manggarai Barat, NTT, memprotes rencana kenaikan harga tiket ke beberapa titik wisata di sana.

Tarif yang direncanakan bakal dipatok sebesar Rp3,75 juta. Mereka khawatir, kenaikan tarif itu akan menurunkan jumlah wisatawan datang ke sana.

Biaya masuk Taman Nasional Komodo, NTT, sebelum rencana kenaikan sekira Rp200 ribu per orang, untuk ketiga pulau.


Baca juga:

WALHI: Proyek 'Jurassic Park' Pulau Rinca Komodo Tak Dilengkapi Amdal


Editor: Sindu

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Upaya Polri Meningkatkan Kembali Kepercayaan Publik

Most Popular / Trending