Bagikan:

Produktivitas Kebun Rakyat Kelapa Sawit Masih Sangat Rendah

Angka produktivitas perkebunan rakyat untuk kelapa sawit pada 2010 adalah 2,5 juta ton per hektare.

NASIONAL

Jumat, 22 Jul 2022 13:29 WIB

Produktivitas Kebun Rakyat Kelapa Sawit Masih Sangat Rendah

Ilustrasi: Warga mengangkut tandan buah segar sawit di perkebunan Muarojambi, Jambi. Foto: ANTARA

KBR, Jakarta- Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko menyebut produktivitas Perkebunan Rakyat (PR) untuk kelapa sawit masih sangat rendah.

Terutama kata dia, jika dibandingkan dengan perkebunan kelapa sawit milik perusahaan swasta atau Perkebunan Besar Swasta (PBS), perbedaannya masih jauh.

Angka produktivitas perkebunan rakyat untuk kelapa sawit pada 2010 adalah 2,5 juta ton per hektare. Dan, perkebunan besar swasta tercatat sebanyak 2,99 juta ton per hektare.

"Ada stagnasi dan rendahnya produktivitas. Meskipun peran perkebunan rakyat cukup signifikan dari produksi dan kepemilikan lahan. Namun, angka produktivitas lahan kelapa sawit yang dimiliki oleh PR, itu masih relatif rendah dibandingkan dengan PBS," kata Moeldoko dalam webinar Kondisi Perdagangan Kelapa Sawit Nusantara, Kamis (21/07/2022).

Baca juga:

Petani Sawit Rakyat Terpukul Larangan Ekspor

Pada 2021, peningkatannya hanya 0,25 ton per hektare, di mana produktivitas dari perkebunan rakyat ada di angka 2,75 ton per hektare. Sedangkan perkebunan besar swasta meningkat menjadi 3,84 juta ton per hektare. Moeldoko menyebut, perbedaan produktivitas tersebut perlu menjadi perhatian.

"Satu dekade terakhir, gap produktivitas antara PBS dan PR ini mengalami pelebaran. Ini mesti kita concern, bahaya kalau gapnya terlalu tinggi terus," kata Moeldoko.

Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko berpendapat perkembangan produktivitas kelapa sawit tidak bergerak membaik selama sepuluh tahun terakhir. Padahal kontribusinya juga penting dalam penyediaan pasokan produk kelapa sawit dan turunannya secara nasional.

"Stagnasi ini menjadi persoalan kritikal, mengingat perkebunan rakyat dalam produksi minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) nasional cukup tinggi. Saya mengingatkan, jangan sampai ini semakin turun dan semakin turun, tidak ada alasan apa pun, tapi kita harus tetap waspada," tegasnya.


Editor: Sindu

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Laporan Temuan Ombudsman soal Penanganan Bencana

Most Popular / Trending