Bagikan:

Presiden Jokowi Ajak Masyarakat Ikut Serta Turunkan Stunting

"Kalau anak-anak kita stunting, gizinya enggak baik, nutrisinya enggak tercukupi, ke depan bersaing dengan negara-negara lain akan sangat kesulitan"

NASIONAL

Jumat, 08 Jul 2022 07:33 WIB

Turunkan stunting, Presiden Jokowi saat  Peringatan Hari Keluarga Nasional Ke-29 Tahun 2022, Medan,

Turunkan stunting, Presiden Jokowi saat Peringatan Hari Keluarga Nasional Ke-29 Tahun 2022, Medan, Sumut, Kamis (7/7). (Setpres)

KBR, Jakarta- Presiden Joko Widodo mengajak seluruh masyarakat berkontribusi menurunkan stunting atau gagal tumbuh pada balita dengan seluruh akar permasalahannya. Hal tersebut kata dia dalam rangka mempersiapkan sumber daya manusia generasi penerus Indonesia yang berkualitas. 

Presiden Jokowi menekankan, generasi penerus bangsa Indonesia penting untuk dipersiapkan dengan baik karena merupakan penentu wajah masa depan Indonesia.


“Kalau anak-anak kita pintar, pinter-pinter, cerdas, kita bersaing dengan negara lain itu mudah. Tapi kalau anak-anak kita stunting, gizinya enggak baik, nutrisinya enggak tercukupi, ke depan bersaing dengan negara-negara lain akan sangat kesulitan kita,” kata Jokowi pada Puncak Peringatan ke-29 Hari Keluarga Nasional (Harganas) Tahun 2022 bertema “Ayo Cegah Stunting agar Keluarga Bebas Stunting”, Kamis (07/07/2022), di Lapangan Merdeka, Kota Medan, Provinsi Sumatra Utara.

Kata dia, pemerintah menargetkan penurunan angka stunting hingga menjadi 14 persen di tahun 2024. Presiden pun mengingatkan jajarannya untuk bekerja keras untuk mencapai target tersebut.

Baca juga:



Presiden Jokowi yakin dengan gerak bersama seluruh keluarga dan masyarakat, upaya penanganan stunting yang dilakukan pemerintah baik pusat dan daerah akan cepat membuahkan hasil. Kata dia, keluarga adalah pilar kesejahteraan bangsa yang merupakan ekosistem pertama dan utama dalam mengasuh, dalam mendidik, dalam membentuk manusia yang sehat, bergizi, manusia yang berkualitas

Stunting dan Harganas

Puncak peringatan Hari Keluarga Nasional ke-29 tahun ini dilaksanakan di Medan, Sumatera Utara dengan mengambil tema “Ayo Cegah Stunting agar Keluarga Bebas Stunting”. 

Dalam peringatan itu, BKKBN memberikan penghargaan kepada 14 kepala daerah dan 20 ketua tim penggerak PKK yang telah berkontribusi mendukung program pembangunan keluarga dan kependudukan.

Kepala Daerah yang menerima penghargaan "Manggala Karya Kencana" itu antara lain Gubernur Lampung, Gubernur Riau, Bupati Purwakarta, Bupati Jombang, Bupati Pamekasan, dan Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari.

Khusus untuk Mojokerto, berdasarkan laporan Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) oleh Kementerian Kesehatan tahun 2021, kota ini tercatat sebagai kota dengan nilai prevalensi balita stunted paling rendah di Jawa Timur yakni sebesar 6.9 persen.

Nilai prevalensi stunting di Kota Mojokerto juga telah menunjukkan tren penurunan dari tahun ke tahun. Pada tahun 2018, tercatat sebesar 9.95 persen, tahun 2019 menjadi 9.04 persen, memasuki tahun 2020 angka tersebut kembali turun menjadi 7.71 persen, hingga pada tahun 2021 turun menjadi 6,9 persen.

 

Editor: Rony Sitanggang

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Inhalasi Hidrogen dan Dampak Kesehatannya

Menyoal Kekhawatiran Komersialisasi Pendidikan

Pengesahan RUU PDP dan Perkara Pembatasan Pertalite

KPK Tetapkan Hakim Agung MA Tersangka Suap

Kabar Baru Jam 20

Most Popular / Trending