Bagikan:

Manfaatkan NIB untuk Akses Pinjaman Modal ke Perbankan

Bahlil menambahkan, proses pendaftaran NIB juga tidak sulit, untuk itu ia mengajak semua pengusaha dapat memanfaatkannya.

NASIONAL

Kamis, 21 Jul 2022 14:42 WIB

Author

Dwi Reinjani

NIB

Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia. (Foto: Kementerian Investasi/antaranews)

KBR, Jakarta - Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia menyebut, guna mendukung pengembangan usaha kecil dan mikro atau UMKM di Indonesia, pemerintah telah mengeluarkan Nomor Induk Berusaha (NIB) sebagai pengganti izin usaha dan akses peminjaman ke perbankan yang selama ini oleh pengusaha dianggap terlalu rumit dan butuh waktu lama.

"Ya, target kita ke depan, masyarakat yang memiliki NIB bisa mendapatkan akses perbankan. Dana KUR kita kan sekarang Rp370 triliun tetapi itu tidak akan bermanfaat secara baik kalau UMKM kita tidak punya izin karena syaratnya kan harus punya izin maka sekarang kita punya tugas adalah kasih izin gratis kepada masyarakat yang UMKM. Dan itu kredit tanpa agunan Rp50 juta, tanpa ada agunan. Nah ini dalam rangka pemerataan pertumbuhan ekonomi dan kesempatan bagi orang berusaha, sudah tentu tujuannya menciptakan lapangan kerja," ujar Bahlil, dalam program pemberian NIB, Kamis (21/07/2022).

Baca juga:

- Jokowi: Terbitkan 100 Ribu Nomor Induk Berusaha per Hari

- Faisal Basri: Penyaluran Kredit Masih Seret, Perbankan Nasional Belum Pulih dari Pandemi

Lebih lanjut, Bahlil mengungkapkan, pihaknya telah menerbitkan sebanyak 1,5 jutaan Nomor Induk Berusaha (NIB). Dari total tersebut, 92 persen atau sekitar 1,4 juta di antaranya adalah NIB milik pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah. Terbanyak diberikan pada UMKM Jawa Barat yang mencapai 301 ribu NIB.

Bahlil menambahkan, proses pendaftaran NIB juga tidak sulit, untuk itu ia mengajak semua pengusaha dapat memanfaatkannya.

Editor: Fadli Gaper

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Menyongsong Terbitnya Rupiah Digital

Episode 4: Relasi Kuasa: Akar Kekerasan & Pengaturannya Dalam UU TPKS

Kabar Baru Jam 7

Kabar Baru Jam 8

Mendorong Vaksinasi Booster untuk Antisipasi Kenaikan Kasus Covid-19 di Akhir Tahun

Most Popular / Trending