Content Marketing, Strategi Nge-Boost Engagement

Optimasi konten untuk raup engagement tinggi

Senin, 04 Juli 2022

KBR, Jakarta- Di era digitalisasi semua orang berlomba bikin konten di media sosial. Tren ini memaksa pebisnis maupun pembuat brand ikut 'ngonten'. Makanya strategi content marketing, salah satu cabang digital marketing, diterapkan supaya orang-orang bisa melihat dan berinteraksi (engage) dengan konten yang dibuat.

Content marketing diibaratkan seperti jembatan antara suatu brand dan target pasarnya. Melalui sebuah konten, brand berusaha menarik perhatian audiens dengan memberikan informasi yang relevan dan konsisten.

“Peran content marketing itu adalah supaya orang mengetahui kita atau yang sering kita dengar adalah brand awareness. Lewat apa? Bisa foto di Instagram, thread di Twitter, entah itu video di Youtube,” jelas Content Marketing Specialist, Rievinska Firsty.

Konten yang menarik akan men-trigger interaksi yang tinggi dengan audiens. Dari engagement ini, brand akan menargetkan conversion, yaitu ke penjualan produk. 

“Content marketing yang efektif adalah yang bisa menyentuh hati, yang bisa menawarkan manfaat dari produk atau jasa, sehingga audience yang melihat merasa 'oh iya gue perlu nih beli,” kata perempuan yang sudah menjadi digital marketer sejak tiga tahun lalu.

Bermacam teknik mengemas konten bisa dilakukan untuk meningkatkan engagement. Teknik storytelling masih jadi andalan para pembuat konten, misalnya dengan merujuk pada pengalaman pribadi atas suatu brand kemudian diunggah ke sosial media.

“Dari story telling itu, meskipun orang ga mengalami secara langsung, tapi dia bisa belajar dari apa yang dialami oleh orang lain,” ujar Evin.

Baca juga: Digital Marketing, Tren Baru Maksimalkan Penjualan Online

Menurut Evin, content marketing yang efektif dapat menarik audiens untuk membeli produk atau jasa yang ditawarkan. (Dok: Pribadi)

Partisipasi aktif audiens dan interaksi dengan brand bisa jadi tolok ukur seberapa efektif suatu konten.  

“Kita ajak juga mereka itu berpartisipasi either itu jawab kuis atau ikutan giveaway atau mereka submit video terus tag kita. Nah, biasanya hal-hal yang membuat orang itu senang,” tambah Evin.

Mendapatkan engagement tinggi tak bisa dilakukan dalam sekali coba. Makanya Evin berpesan kepada para pembuat konten, jangan mudah menyerah! Persaingan yang ketat dan tuntutan serba cepat jangan jadi penghalang untuk terus belajar! Senantiasa peka dengan kondisi sekitar dan teruslah beradaptasi!

“Ada yang namanya ATM (Amati, Tiru dan Modifikasi). Jadi belajarnya dari situ kita ngamatin, orang-orang itu lagi suka apa sih? Belajar juga dari kompetitor. Prosesnya itu ga singkat ya, jadi content creator itu memang proses yang berkelanjutan,” pungkasnya.

Dengarkan obrolan seru soal content marketing ini di Uang Bicara episode Content Marketing, Strategi Nge-Boost Engagement bersama Content Marketing Specialist Rievinska Firsty di KBRPrime, Spotify, Google Podcast, dan platform mendengarkan podcast lainnya.