Bagikan:

Aturan Baru, Jemaah Haji Pulang Wajib Tes Antigen

"Dilakukan terhadap seluruh jemaah haji yang kembali ke Indonesia,"

NASIONAL

Kamis, 21 Jul 2022 16:27 WIB

Author

R. Fadli

Jamaah haji, kloter pertama tiba di Bandara Internasional Juanda Surabaya di Sidoarjo, Jatim, Minggu

Jamaah haji, kloter pertama tiba di Bandara Internasional Juanda Surabaya di Sidoarjo, Jatim, Minggu (17/7/22). (Antara/Umarul Faruq)

KBR, Jakarta- Kementerian Agama mengubah kebijakan tes COVID-19 terhadap jemaah haji yang kembali ke Tanah Air. Humas Data dan Informasi Kementerian Agama Akhmad Fauzin menjelaskan, kebijakan wajib tes antigen jemaah haji yang semula dilakukan secara acak per kelompok terbang, kini diberlakukan menyeluruh tanpa terkecuali.

"Dalam rangka memaksimalkan pengawasan dan mengoptimalkan upaya pencegahan dan pengendalian Covid-19 khususnya terhadap jemaah haji yang kembali ke tanah air, sesuai arahan Menteri Kesehatan Republik Indonesia, maka ketentuan pemeriksaan skrining antigen Covid-19 semula secara acak dilakukan terhadap 10% dari jumlah jemaah setiap kelompok terbang, menjadi dilakukan terhadap seluruh jemaah haji yang kembali ke Indonesia," ujar Kabiro Humas Data dan Informasi Kemenag Akhmad Fauzin, Kamis (21/7/2022).

Baca juga:

- Haji 2022: Banyak Laporan Jemaah Kelelahan

- Cuaca Ekstrem, Jemaah Calon Haji Indonesia Sakit di Arab Saudi Bertambah

Akhmad menambahkan, Kamis (21/7) ini akan dipulangkan jemaah haji  ke Tanah Air sebanyak 10 kelompok terbang jemaah haji ke 5 debarkasi. Jumlah keseluruhannya mencapai 4 ribuan jemaah haji.

Sementara itu, jumlah jemaah haji sakit dan dirawat hingga saat ini 98 orang. Jumlah jemaah haji wafat bertambah 2 orang, sehingga total jumlah jemaah haji wafat 64 orang.


Editor: Rony Sitanggang

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Laporan Temuan Ombudsman soal Penanganan Bencana

Most Popular / Trending