covid-19

Upaya Menekan Angka Kematian Versi Presiden Jokowi, Wamenkes, dan Epidemiolog

Perintah itu disampaikan Jokowi untuk menekan angka kematian akibat Covid-19 yang semakin tinggi.

BERITA | NASIONAL

Senin, 26 Jul 2021 13:18 WIB

Upaya Menekan Angka Kematian Versi Presiden Jokowi, Wamenkes, dan Epidemiolog

Pemakaman jenazah dengan protokol Covid-19 di TPU Rorotan, Cilincing, Jakarta, Minggu (04/07/2021). Foto: ANTARA

KBR, Jakarta- Presiden Joko Widodo memerintahkan jajarannya untuk memberikan perhatian dan pelayanan kesehatan maksimal bagi pasien Covid-19 yang menjalani isolasi mandiri (isoman) di rumah. Perintah itu disampaikan Jokowi untuk menekan angka kematian akibat Covid-19 yang semakin tinggi.

"Secara khusus saya minta kepada para menteri terkait, juga segera melakukan langkah-langkah maksimal untuk membagikan vitamin, suplemen kepada masyarakat, memberikan dukungan obat-obatan, dan konsultasi dokter terhadap isolasi mandiri serta dukungan pengobatan di rumah sakit. Angka kematian harus ditekan semaksimal mungkin," kata Jokowi dalam konferensi pers, Minggu (26/7/2021).

Presiden Joko Widodo juga menginstruksikan penambahan kapasitas rumah sakit di daerah-daerah dengan angka kematian tinggi. Selain itu, Jokowi juga memerintahkan adanya tempat isolasi terpusat dan peningkatan ketersediaan oksigen secepatnya.

Sebelumnya, koalisi warga Lapor Covid-19 menyoroti tingginya angka kematian pasien Covid-19 di luar fasilitas kesehatan atau saat isolasi mandiri. Dalam sebulan terakhir, sudah lebih dari 2 ribu angka kematian yang terdata oleh Lapor Covid-19.

Vaksinasi

Sementara itu, menurut Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Harbuwono, vaksinasi memengaruhi tingkat risiko orang yang terinfeksi Covid-19.

Kata dia, bagi orang yang terkena Covid-19, vaksinasi ampuh menurunkan risiko berat. Sebab, vaksin yang masuk ke dalam tubuh, dapat memperkuat imun seseorang. Karena itu, vaksinasi jadi salah satu upaya melawan pandemi.

"Berdasarkan laporan terakhir, angka kematian akibat infeksi COVID-19 itu pada beberapa saat ini, itu 90 sampai 94 persen adalah mereka yang belum di vaksinasi. Dengan adanya kegiatannya vaksinasi ini, akan memberikan respon imun tubuh yang lebih baik, baik itu apabila belum terkena infeksi, maupun setelah terkena infeksi," ucap Dante dalam Acara Vaksinasi KADIN di JCC, Jakarta, Minggu (25/7/2021).

Dante meminta peran serta aktif seluruh pihak untuk mempercepat vaksinasi Covid-19. 

"Dengan adanya beberapa kegiatan yang melakukan kegiatan vaksinasi, maka kita berusaha mengatasi pandemi ini secara baik dan terintegrasi," pungkasnya.

Hingga kemarin, total ada lebih dari 44 juta warga telah menjalani vaksinasi dosis pertama. Dari jumlah itu, lebih dari 17 juta orang telah mendapatkan suntikan dosis satu dan dua. Pemerintah menargetkan 208 juta orang divaksin, guna mencapai kekebalan komunal.

Versi Epidemiolog

Lain halnya dengan pendapat epidemiolog dari Universitas Griffith Australia Dicky Budiman. Menurut dia, tingginya angka kematian akibat Covid-19 di Indonesia merupakan dampak dari pengabaian 3T (testing, tracing dan treatment) yang dilakukan pemerintah.

Kata dia, kasus Covid-19 di Indonesia tinggi, namun angka pengetesan dan pelacakan rendah, sehingga banyak kasus infeksi yang tidak ditemukan. Padahal penemuan kasus tersebut penting, agar pasien yang terinfeksi bisa segera ditangani lebih awal, guna menekan angka kematian.

"Yang tadinya bisa dicegah supaya eggak jadi parah, yang tadinya bisa dicegah supaya bisa segera ditangani akhirnya enggak bisa. Beberapa beberapa minggu ke depan mengalami kematian. Ini dampak serius dari tidak diperhatikannya aspek testing, tracing dan dilanjut isolasi karantina dan perawatan. Ini yang menyebabkan kematian. Kematian adalah konsekuensi logis dari satu wabah yang kita gagal deteksi di hulunya," kata Dicky saat dihubungi KBR (22/7/21).

Dicky menjelaskan, tingginya angka kematian pasien isolasi mandiri di Indonesia, dikarenakan tidak ada sistem kunjungan ke rumah atau visitasi pasien. Kunjungan ini penting, untuk melakukan penilaian risiko awal, apakah pasien Covid-19 tersebut boleh isoman atau harus dirawat di rumah sakit.

Ia menilai, program pemerintah seperti telemedisin atau obat gratis saja tidak cukup, terlebih telemedisin tak bisa diakses semua orang karena membutuhkan perangkat gawai untuk mengaksesnya.

Dicky menegaskan, kunci utama menekan kematian adalah dengan tidak terlambat mendeteksi kasus Covid-19. Untuk itu, ia mendorong pemerintah meningkatkan 3T dan vaksinasi secara ekstrem atau besar-besaran, bukan sekadarnya saja.

Hingga kemarin, secara akumulasi, ada 3.166.505 juta kasus positif Covid-19 di Indonesia. Dari jumlah itu, 2.509.318 juta orang sembuh, dan 83.279 ribu orang meninggal.

Editor: Sindu

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Layanan Identitas Kependudukan bagi Kelompok Transpuan

Kabar Baru Jam 8

Seruan untuk Lindungi Nakes di Daerah Rawan

Kabar Baru Jam 10