covid-19

Sri Mulyani Klaim Program PEN Mampu Kendalikan Tingkat Pengangguran dan Kemiskinan

Pemerintah berhasil menahan laju kenaikan yang bisa jadi lebih tinggi.

BERITA | NASIONAL

Jumat, 16 Jul 2021 08:16 WIB

Sri Mulyani Klaim Program PEN Mampu Kendalikan Tingkat Pengangguran dan Kemiskinan

Menteri Keuangan Sri Mulyani. Foto: ANTARA

KBR, Jakarta- Menteri Keuangan Republik Indonesia (Menkeu RI) Sri Mulyani Indrawati mengklaim pelaksanaan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), mampu mengendalikan tingkat pengangguran dan kemiskinan secara nasional. Khususnya program perlindungan sosial yang diberikan pemerintah dalam rangka menangani pandemi Covid-19.

"Tingkat pengangguran terbuka dapat ditahan pada level mencapai 7,07 persen. Meskipun memang meningkat dibandingkan tahun 2019 sebesar 5,23 persen. Begitu juga tingkat kemiskinan yang dapat kita jaga tidak melonjak sangat tinggi. Menjadi 10,19 persen. Meningkat dari 9,22 persen tahun 2019," kata Sri Mulyani ketika menyampaikan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Pertanggungjawaban atas Pelaksanaan APBN 2020 pada rapat paripurna Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Kamis (15/07/21).

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan peningkatan memang terjadi pada tingkat pengangguran dan kemiskinan di 2020, jika dibandingkan tahun sebelumnya. Tetapi menurut dia, pemerintah berhasil menahan laju kenaikan yang bisa jadi lebih tinggi, jika tidak ada kontribusi dari program perlindungan sosial sebagai bagian dari program PEN.

IPM Meningkat

Di sisi lain, dampak pandemi juga mengakibatkan gini rasio sedikit meningkat menjadi 0,385 dibandingkan 2019 sebesar 0,380. Gini rasio adalah alat mengukur derajat ketidakmerataan distribusi penduduk. Meskipun demikian, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) pada 2020 dapat ditingkatkan mencapai angka 71,94 dibandingkan 2019 sebesar 71,92.

Sri Mulyani menegaskan, penjabaran di atas menunjukan capaian atau kinerja positif dari pelaksanaan Program PC-PEN 2020. Sebagai langkah responsif pemerintah menghadapi guncangan pandemi Covid-19.

"Hasil survei dari berbagai lembaga, baik di internal pemerintah, seperti TNP2K, maupun eksternal, seperti Prospera, LPEM FEB UI, dan lembaga demografi, dan bahkan Bank Dunia. Menunjukan bahwa program perlindungan sosial yang diberikan oleh pemerintah dalam PC PEN, berhasil melindungi kelompok terutama yang paling rentan. Sehingga secara efektif menahan pemburukan serta menjaga daya tahan dan survival di tengah tekanan yang luar biasa," jelasnya.

Editor: Sindu

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Layanan Identitas Kependudukan bagi Kelompok Transpuan

Kabar Baru Jam 8

Seruan untuk Lindungi Nakes di Daerah Rawan

Kabar Baru Jam 10