covid-19

Presiden Jokowi: Polri Harus Tampil sebagai Pengayom dan Pelindung Masyarakat

"Polri harus presisi dalam menjalankan kewenangannya, harus akurat dalam membuat keputusan harus merujuk pada peraturan perundang-undangan."

BERITA | NASIONAL

Kamis, 01 Jul 2021 11:57 WIB

Presiden Jokowi: Polri Harus Tampil sebagai Pengayom dan Pelindung Masyarakat

Presiden Joko Widodo: Foto: ANTARA/Puspa Perwitasari

KBR, Jakarta- Presiden Joko Widodo memerintahkan anggota kepolisian mampu bersikap tegas dan humanis dalam menangani permasalahan di masyarakat. Jokowi juga mengingatkan anggota Polri untuk bertindak sesuai peraturan perundang-undangan. Perintah ini disampaikan Presiden Jokowi dalam pidato Hari Bhayangkara ke 75 hari ini, Kamis, 1 Juli 2021.

"Polri bukan hanya harus tampil tegas dan tanpa pandang bulu, tetapi juga harus tampil sebagai pengayom dan pelindung masyarakat, Polri juga harus berwajah ramah dan selalu bersifat melayani masyarakat, Polri harus presisi dalam menjalankan kewenangannya harus akurat dalam membuat keputusan harus merujuk pada peraturan perundang-undangan," ujar Jokowi di Istana Presiden, Kamis, (07/01/2021).

Presiden Joko Widodo juga menginstruksikan kepolisian bekerja sama dengan TNI dan tim medis di lapangan, untuk menekan penyebaran Covid-19 yang semakin meningkat. Ia berharap dengan bantuan TNI dan Polri, pengetatan dan pendisiplinan masyarakat dalam penerapan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 akan meningkat.

Catatan KontraS

Sementara itu, Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) menyoroti kinerja Polri pada peringatan Hari Bhayangkara tahun ini.

Sebab, selama periode Juni 2020 hingga Mei 2021 atau sepanjang pandemi Covid-19, terjadi sejumlah penyalahgunaan wewenang atau abuse of power yang melegitimasi kekerasan yang dilakukan aparat.

Karena itu, Peneliti KontraS Tioria pretty meminta aparat kepolisian lebih humanis dan ramah di lapangan. Kata dia, sebagai pengayom masyarakat, Polri harus memberi contoh dan pemahaman, serta tidak membuat masyarakat takut dan panik.

Kekerasan Aparat

Pada Mei lalu, Komisi Kepolisian Nasional meminta pimpinan institusi Polri bisa menekan kasus kekerasan yang melibatkan anggota polisi. Anggota Kompolnas Poengky Indarti mengatakan Polri harus melanjutkan reformasi kultural sebagaimana janji Kapolri Listyo Sigit Prabowo.

Hal itu disampaikan Poengky saat mengevaluasi 100 hari kinerja Kapolri. Ia berharap, laporan pengaduan masyarakat terkait kinerja buruk anggota Polri bisa berkurang.

"Yang paling penting adalah bagaimana Polri bisa melayani masyarakat dengan humanis. Kami juga berharap reformasi kultural polri itu juga tetap dijalankan. Bagaimana mereka melayani masyarakat dengan baik, senyum, sapa, salam, kemudian tidak menggunakan kekerasan berlebihan. Itu yang paling penting yang diharapkan masyarakat," kata Poengky kepada KBR, Selasa (18/5/2021).

Anggota Kompolnas Poengky Indarti mengatakan sampai saat ini masih ada aduan masyarakat terkait pelayanan polisi dalam mengusut kasus-kasus yang berhadapan dengan Badan Reserse Kriminal Polri. 

Menurut Poengky, Kapolri Listyo Sigit harus serius menindaklanjuti pengaduan itu untuk perbaikan internal kepolisian. Ia juga meminta Polri meningkatkan profesionalisme dalam menangani dan menyelesaikan kasus-kasus besar.

Editor: Sindu Dh

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Layanan Identitas Kependudukan bagi Kelompok Transpuan

Kabar Baru Jam 8

Seruan untuk Lindungi Nakes di Daerah Rawan

Kabar Baru Jam 10