Bagikan:

Kasus Covid-19 Melonjak, Menteri Keuangan Ungkap Kebutuhan Anggaran yang Diperlukan

Sri Mulyani mengaku sudah melaporkan kebutuhan anggaran itu kepada Presiden Joko Widodo dan telah disetujui.

BERITA | NASIONAL

Senin, 19 Jul 2021 12:28 WIB

Kasus Covid-19 Melonjak, Menteri Keuangan Ungkap Kebutuhan Anggaran yang Diperlukan

Ilustrasi uang. Foto: Kemenkeu.go.id

KBR, Jakarta- Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan tambahan anggaran yang dibutuhkan untuk Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PC-PEN). Bendahara Negara menyebut dana tambahan yang diperlukan mencapai puluhan triliun rupiah. Ia mengaku sudah melaporkan hal itu kepada Presiden Joko Widodo dan telah disetujui.

"Jadi total akan perlu tambahan Rp55,2 triliun. Kami akan refocusing lagi untuk terus meneliti dan menyisir anggaran-anggaran baik di kementerian, lembaga dan daerah untuk ditunjukkan prioritasnya sekarang adalah membantu rakyat menangani Covid-19 dan untuk membantu dunia usaha pulih kembali," kata Sri Mulyani dalam konferensi pers daring, Sabtu (17/7/2021).

Sri mulyani mengatakan anggaran Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional naik menjadi Rp744,7 triliun. Kata dia, angka itu melonjak dari nilai yang diputuskan pada Sidang Kabinet 5 Juli 2021, yaitu sebesar Rp699,4 triliun.


Anggaran Kesehatan Naik

Sementara itu, untuk pos anggaran kesehatan akan dinaikkan lagi menjadi Rp214,9 triliun, dari sebelumnya Rp193,9 triliun. Kenaikan ini telah mencakup perkiraan tambahan alokasi anggaran untuk kenaikan klaim pasien, rumah sakit darurat dan percepatan vaksinasi, hingga penebalan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di sejumlah daerah.

Penambahan anggaran juga dilakukan di klaster perlindungan sosial menjadi Rp187,8 triliun, dari sebelumnya Rp153,8 triliun. Sedangkan untuk alokasi anggaran program prioritas dan insentif usaha tidak berubah, yakni masing-masing Rp117,9 triliun dan Rp62,8 triliun. Namun, untuk alokasi anggaran dukungan UMKM dan korporasi turun dari Rp171,77 triliun menjadi Rp161,2 triliun.

Kasus Covid-19 di Indonesia melonjak drastis selama dua pekan terakhir. Angka penularan bahkan mencapai 50 ribu lebih per hari. Secara akumulasi, ada 2,83 juta kasus Covid-19 di tanah air, dihitung sejak kasus pertama diumumkan, Maret tahun lalu. Dari jumlah itu, 2,23 orang sembuh, dan 72.489 meninggal.

Editor: Sindu

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Ragam Syarat Beli Minyak Goreng Curah, Efektifkah?