covid-19

FOMO Sapiens : #papuanlivesmatter dan Menyoal Aturan Makan 20 Menit

BERITA | NASIONAL

Jumat, 30 Jul 2021 12:24 WIB

FOMO Sapiens : #papuanlivesmatter dan Menyoal Aturan Makan 20 Menit

Ilustrasi highlight berita sepekan ini. (FOTO : KBR)

KBR (Jakarta) - Kekerasan aparat terhadap warga Papua menjadi sorotan media dan warganet pekan ini lewat #papuanlivesmatter. Tindakan kekerasan tersebut memicu kembali naiknya isu mengenai rasisme dan diskriminasi terhadap masyarakat Papua. Hal lain yang menjadi bahasan hangat pekan ini adalah peraturan untuk makan di warung makan kaki lima dan sejenisnya yang tidak boleh lebih dari 20 menit, hasil pelonggaran aturan PPKM Level 4.

Isu-isu tersebut menjadi obrolan di FOMO Sapiens pekan ini :

#papuanlivesmatter

Tagar #papuanlivesmatter banyak disematkan warganet Indonesia setelah video kekerasan yang dilakukan oleh TNI AU di Merauke beredar di media sosial. Kekerasan yang dilakukan aparat memang terus terjadi, FOMO Sapiens ngobrol bareng Influencer dari Papua, Sendy Rumaropen, perkara itu.

Aturan Dine-in 20 Menit

Warung makan kaki lima, lapak jajanan, dan sejenisnya yang berada di ruang terbuka diizinkan menerima pengunjung untuk makan di tempat, tapi dengan maksimum waktu 20 menit. Kebijakan itu termasuk dalam aturan terbaru PPKM level 4, pro dan kontra langsung mengemuka. Apakah efektif aturan ini mencegah penyebaran Covid-19?

Selain itu, FOMO Sapiens pekan ini juga membahas tingginya angka kematian kasus Covid-19 dan oversexualized atlet perempuan di Olimpiade 2021.

Simak obrolan selengkapnya di FOMO Sapiens bareng Ian Hugen dan Aika Renata.

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Layanan Identitas Kependudukan bagi Kelompok Transpuan

Kabar Baru Jam 8

Seruan untuk Lindungi Nakes di Daerah Rawan

Kabar Baru Jam 10