covid-19

Ekonom: Pemerintah Anggap Enteng Pandemi

"Di APBN yang paling dinaikkan adalah anggaran infrastruktur, dari Rp281 triliun jadi menjadi Rp414 triliun. Ini mencapai rekor baru alokasi APBN infrastruktur."

BERITA | NASIONAL

Senin, 12 Jul 2021 23:38 WIB

Ekonom: Pemerintah Anggap Enteng Pandemi

Ekonom Faisal Basri. (Foto: ANTARA/Wahyu Putro)

KBR, Jakarta - Ekonom Faisal Basri mengkritik penanganan pandemi Covid-19 yang dilakukan pemerintah.

Ia menyebut, pemerintah terlalu memandang enteng pandemi di tahun 2021 ini. Ini terlihat dari langkah pemerintah menurunkan anggaran kesehatan pada APBN dan menaikkan anggaran infrastruktur.

"Pemerintah juga memandang enteng COVID-19 ini, dianggap 2021 ini sudah selesai semua Covid. Jadi business as usual kembali. Di APBN yang paling dinaikkan adalah anggaran infrastruktur, dari Rp281 triliun jadi menjadi Rp414 triliun. Ini mencapai rekor baru alokasi APBN infrastruktur. Kesehatannya kan sudah selesai Covid-nya, diturunkan anggarannya, sebelum tentu saja harus dikoreksi gara-gara ada gelombang kedua ini," kata Faisal pada diskusi publik daring (12/7/2021).

Faisal Basri menyebut, keadaan gelombang kedua pandemi covid-19 ini sebetulnya sudah lama diprediksi oleh epidemiolog, namun pemerintah tidak menghiraukan.

Ia juga mengkritik masuknya pekerja asing yang masih leluasa datang ke Indonesia di tengah pandemi.

Faisal juga menilai kurangnya perhatian dan peran pemerintah melindungi masyarakat, khususnya masyarakat miskin. Ia khawatir bakal terjadi tekanan sosial yang berat yang menyebabkan ekonomi Indonesia akan berantakan.

Editor: Agus Luqman

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

DE-SI (Depresi to Prestasi)

War On Drugs

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10