covid-19

Alasan Satgas soal Jumlah Tes Covid-19 Menurun

Satgas Penanganan Covid-19 mendorong pemerintah daerah meningkatkan kapasitas tes, sehingga semakin banyak kasus yang terdeteksi dan tertangani dengan cepat.

BERITA | NASIONAL

Jumat, 23 Jul 2021 10:26 WIB

Alasan Satgas soal Jumlah Tes Covid-19 Menurun

Ilustrasi pemeriksaan spesimen Covid-19 di laboratorium Dinkes Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Selasa (19/01/21) . Foto: ANTARA

KBR, Jakarta- Satgas Penanganan Covid-19 mengklaim penambahan kasus positif yang tinggi dan adanya mutasi varian Delta menjadi penyebab jumlah tes menurun dalam empat hari terakhir.

Juru bicara Satgas Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan banyaknya kasus dan mutasi varian Delta memberi tekanan, sehingga terjadi keterlambatan pencatatan baik di layanan rumah sakit maupun laboratorium.

"Jadi tantangan terkait testing ini erat hubungannya dengan jumlah penambahan kasus konstan. Di mana rata-rata penambahan kasus harian di atas 10 ribu dalam satu bulan terakhir. Serta kemunculan varian Delta yang telah mencapai 661 kasus di Pulau Jawa-Bali saat ini. Karakteristik varian Delta yang mudah menular memberikan tekanan yang cukup besar kepada fasilitas penyedia layanan kesehatan serta laboratorium," kata Wiku dalam konferensi pers, Kamis (23/7/2021).

Juru bicara Satgas Covid-19 Wiku Adisasmito menambahkan, target tes nasional saat ini memprioritaskan orang yang suspek dan kontak orang dengan pasien terkonfirmasi positif. Hal ini dilakukan untuk menurunkan angka positivity rate atau rasio positif nasional.

Pada pekan ketiga bulan ini, rasio positif nasional menembus 28 persen atau hampir enam kali lipat dari batas aman Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), yakni 5 persen.

"Baik metode PCR dan rapid test antigen dioptimalkan dalam kondisi ini," ujarnya.

Menurut Wiku, untuk bisa melihat gambaran kapasitas tes nasional harusnya melihat tren secara mingguan. Sebab jika dilihat secara harian, angkanya akan dinamis.

"Sesuai dengan rekomendasi WHO. Karena jika dilihat harian, akan sangat dinamis naik turunnya," jelasnya.

Wiku mendorong agar pemerintah daerah lebih meningkatkan kapasitas tes, sehingga semakin banyak kasus yang terdeteksi dan tertangani dengan cepat.

Jumlah spesimen yang diperiksa menurun sejak 18 hingga 21 Juli 2021. Pada 17 Juli, ada 251.392 spesimen yang diperiksa dengan kasus positif 51.925. 

Sedangkan pada 21 Juli 2021 atau empat hari berselang, ada 153.330 spesimen yang diperiksa dengan hasil positif menurun menjadi 33.772 ribu kasus. Kemarin, total ada 294.470 spesimen diperiksa, dan terdapat penambahan 49.509 kasus.

Editor: Sindu

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Layanan Identitas Kependudukan bagi Kelompok Transpuan

Kabar Baru Jam 8

Seruan untuk Lindungi Nakes di Daerah Rawan

Kabar Baru Jam 10