Proyek Fiktif Waskita Karya, KPK Tahan 5 Tersangka

"Korupsi dengan modus operandi pekerjaan fiktif itu telah merugikan keuangan negara, kurang lebih Rp202 miliar."

BERITA | NASIONAL

Jumat, 24 Jul 2020 05:31 WIB

Author

Muthia Kusuma

Proyek Fiktif Waskita Karya, KPK Tahan 5 Tersangka

KPK menunjukkan para tersangka proyek fiktif Waskita Karya, Kamis (23/07). (Antara/Risyal Hidayat)

KBR, Jakarta-    Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)  menetapkan Kepala Bagian Pengendalian pada Divisi III PT Waskita Karya yang saat ini menjabat sebagai Direktur Utama PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP), Jarot Subana sebagai tersangka kasus proyek fiktif di Divisi II PT Waskita Karya (Persero) Tbk. kurun waktu 2009-2015. Ketua KPK Firli Bahuri mengatakan,  juga telah menetapkan Empat tersangka lainnya, di antaranya adalah bekas Kepala Divisi III PT Waskita Karya yang pernah menjabat sebagai bekas Dirut PT Jasa Marga, Desi Arryani.

Firli menyampaikan, kelima tersangka diduga melakukan tindak pidana korupsi dengan mengerjakan proyek-proyek fiktif yang terjadi di Divisi II PT Waskita Karya antara tahun 2009-2015

"Korupsi dengan modus operandi pekerjaan fiktif itu telah merugikan keuangan negara, kurang lebih Rp202 miliar. Perkara ini telah lama dilakukan penyelidikan dan terus menjalani proses penyidikan, sehingga pada hari ini kita memperoleh bukti yang cukup karena kita telah memeriksa 155 saksi dan telah melakukan penyitaan barang bukti," ucap Firli saat konferensi pers daring melalui akun media sosial resmi KPK, Kamis, (23/7/2020).

Sementara tiga orang lainnya yaitu eks-Kepala Proyek dan Kepala Bagian Pengendalian pada Divisi III PT Waskita Karya Fakih Usman. Lalu eks-Kepala Divisi II PT Waskita Karya Fathor Rachman. Serta bekas Kepala Bagian Keuangan dan Risiko Divisi II PT Waskita Karya Yuly Ariandi Siregar.

Barang bukti para tersangka yang disita antara lain, berupa tanah dan bangunan yang tersebar di Jawa Timur, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, DKI Jakarta, Jawa Barat seperti Bekasi, Bogor dan Depok, serta di Tangerang Banten.

Kata Ketua KPK Firli, Desi akan ditahan di Rutan Polres Jakarta Selatan, sedangkan Jarot ditahan di Rutan Polres Jakarta Timur. Sementara tiga tersangka lainnya, yaitu Fakih dan Yuly akan ditahan di Rutan Cabang KPK di Pomdam Jaya Guntur, sementara Fathur ditahan di Rutan Cabang KPK di Gedung Merah Putih KPK.

Atas perbuatannya, para tersangka disangka melanggar Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 Undang Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang Undang No 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 jo Pasal 65 ayat (1) KUHP.

Sebelumnya, Jubir KPK Ali Fikri mengatakan bahwa Direktur Utama PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP), Jarot Subana dijemput paksa oleh tim KPK karena dianggap tidak kooperatif dalam penyidikan kasus ini.

"Benar, penyidik KPK melakukan penjemputan paksa terhadap satu orang atas nama JS karena dinilai tidak kooperatif dalam proses penyidikan kasus dugaan tindak pidana korupsi proyek fiktif pada BUMN PT Waskita Karya (Persero) Tbk," kata Ali dalam keterangan tertulis, (23/7/2020).


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Instagram Perketat Aturan Soal Iklan

Kabar Baru Jam 7

Menakar Tawaran Pembangkangan Sipil terhadap Undang-undang Cipta Kerja

Masa Depan Anak Broken Home

Kabar Baru Jam 8