Penuntasan Tol Cisumdawu Terhambat, Jokowi Kesal

"Ppengembalian dana talangan tanah juga terhambat karena urusan administrasi. Coba nanti saya ingin dengar masalah ini dan ini agar segera diselesaikan"

BERITA | NASIONAL

Selasa, 07 Jul 2020 13:46 WIB

Author

Resky Novianto

Penuntasan Tol Cisumdawu Terhambat, Jokowi Kesal

Proyek pembangunan simpang susun Cileunyi bagian dari Jalan Tol Cisumdawu di Kabupaten Bandung, Jabar, Senin (6/7). (Antara/Raisan Al Farisi)

KBR, Jakarta-  Presiden Joko Widodo kesal terhadap kemajuan pembangunan tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan atau Tol Cisumdawu, yang saat ini terhambat. Jokowi mengingatkan pentingnya realisasi proyek ruas tol yang akan menguhubungkan akses ke Bandara Internasional di wilayah Kertajati, Majalengka, Jawa Barat tersebut. 

“Terkait pembangunan jalan tol cisumdawu. Ini jalan tol penting sekali tapi terhambat. Saya melihat ada proses pembebasan lahannya yang terhambat. Kemudian pengembalian dana talangan tanah juga terhambat karena urusan administrasi. Coba nanti saya ingin dengar masalah ini dan ini agar segera diselesaikan terutama kementerian ATR/BPN," ujar Presiden Jokowi dalam rapat terbatas dari Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (7/7/2020).

Jokowi menyoroti masalah pembangunan tol Cisumdawu, lantaran terhambatnya pembebasan lahan dan juga pengembalian dana talangan untuk pengadaan tanah lahan tersebut. Presiden juga mempertanyakan mengenai belum lengkapnya aturan teknis untuk penyelesaian proyek sepanjang 60,84 kilometer itu.

“Juga masih belum lengkapnya aturan teknis pelaksana, baik ini di Kementerian ATR/BPN dan Kementerian Keuangan. Saya minta ini segera diselesaikan, butuh percepatan karena ini akan menyangkut Bandara Kertajati,” ujarnya.

“Saya melihat ini banyak kendala aturan teknis, dan administrasi yang terus berulang-ulang kita alami, tidak ada penyelesaian secara permanen, penyelesaiannya selalu kasus per kasus. Kita buat regulasi yang sederhana dan ringkas, saya kira solusinya itu,” tutupnya.

Peletakan batu pertama tol Cisumdawu dilakukan pada Kamis, 29 Juli 2012. Tanda dimulainya proyek itu diresmikan oleh Gubernur Jawa Barat saat itu Ahmad Heryawan didampingi Menteri Pekerjaan Umum saat itu Joko Kirmanto. 

 

Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kembali Izinkan Umrah, Saudi Umumkan Ketentuan

Eps7. Jejak Kearifan Lokal Gambut

Kabar Baru Jam 7

Vaksinasi Covid-19, Suara Penolakan dari Garda Terdepan

Kabar Baru Jam 8