Pekan Depan, PT Biofarma Akan Uji Klinis Vaksin COVID-19

"Insyaallah akan dimulai minggu depan. Mudah-mudahan diberi kemudahan dan kelancaran. Ini adalah skedul short term. Kita tidak bisa menunggu lama."

BERITA | NASIONAL

Rabu, 29 Jul 2020 17:40 WIB

Author

Agus Lukman

Pekan Depan, PT Biofarma Akan Uji Klinis Vaksin COVID-19

Ilustrasi virus corona SARS-CoV-2. (Foto: CDC USA/Creative Commons-Public Domain)

KBR, Jakarta - Perusahaan farmasi plat merah PT Bio Farma akan mulai melakukan uji klinis vaksin COVID-19 buatan Tiongkok mulai pekan depan. 

Hal itu disampaikan Kepala Divisi Surveilans dan Uji Klinis PT Biofarma, Novilia Sjafri Bachtiar saat menyampaikan presentasi webinar LIPI, Rabu (29/7/2020). 

Novilia mengatakan Indonesia memang sedang mengembangkan vaksin Merah Putih untuk mengatasi virus COVID-19. Namun, pengembangan vaksin sendiri membutuhkan waktu yang sangat lama, hingga 12 tahun. 

Karena itu, untuk jangka pendek Indonesia bekerja sama dengan perusahaan farmasi asal Tiongkok, Sinofac, untuk memproduksi vaksin demi kebutuhan dalam negeri.

"Insyaallah akan dimulai minggu depan. Mudah-mudahan diberi kemudahan dan kelancaran. Ini adalah skedul short term. Kita tidak bisa menunggu lama, sehingga kita mencoba alternatif lain. Untuk mengisi kekosongan. Ada dua alternatif, yaitu kerja sama dengan Sinofac yang sudah fase tiga. Mudah-mudahan berjalan lancar, sehingga rakyat bisa dapat akses untuk vaksin," kata Novilia Sjafri dalam acara webinar yang diselenggarakan LIPI, Rabu (29/7/2020).

Selain bekerja sama dengan Sinofac, Bio Farma juga akan bekerja sama dengan CEPI (Coalition for Epidemic Preparedness Innovations/Koalisi untuk Inovasi Persiapan Epidemi) yang didirikan Bill & Melinda Gates Foundation di Davos Swiss. Namun kerja sama dengan CEPI tapi masih dalam proses pendekatan. 

Kepala Divisi Surveilans dan Uji Klinis PT Biofarma, Novilia Sjafri Bachtiar menjelaskan kerja sama dengan perusahaan Sinofac asal Tiongkok bukan tanpa alasan. 

Apalagi, sebelumnya Bio Farma juga sudah pernah bekerja sama dengan perusahaan tersebut. 

Novilia menambahkan Sinofac sudah berpengalaman memproduksi vaksin saat pandemi SARS dan flu burung. Selain itu, produk Sinofac juga ada yang sudah mendapat prakualifikasi dari badan kesehatan dunia WHO. 

Selain itu Sinofac juga bersedia transfer teknologi pembuatan vaksin ke Bio Farma. Hal ini penting karena untuk jangka panjang, Indonesia ingin mengembangkan vaksin Merah Putih untuk COVID-19. 

Uji klinis vaksin akan digelar di Bandung Jawa Barat melibatkan lebih dari 1.600 relawan.

"Kadang-kadang ada pertanyaan yang sepertinya penuh kecurigaan, kenapa harus uji klinis di Indonesia? Kenapa kita jadi kelinci percobaan? Padahal ini sebenarnya untuk mempercepat akses kita terhadap vaksin tersebut. Jadi kita yakin, vaksin yang akan dibeli itu benar-benar aman dan imunogenik diberikan kepada orang Indonesia," kata Novilia.

Di Indonesia, tidak hanya Bio Farma yang bekerja sama dengan perusahaan farmasi asing untuk uji coba vaksin COVID-19. PT Kalbe Farma bekerja sama dengan perusahaan Genexin (dari Korea Selatan). 

"Sinofac juga bekerja sama dengan Litbangkes Kemenkes akan melaksanakan clinical trial di Indonesia. Sedangkan Kalbe Farma dan Genexin masih di fase 1 dan juga akan melakukan clinical trial di Indonesia," kata Novilia.

Editor: Rony Sitanggang 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Valentino Rossi Akan Kembali Ke Arena Balap Pada MotoGP Eropa

Kisruh Rencana Pengadaan Mobil Dinas Pimpinan KPK

Kabar Baru Jam 7

Nakesku Sayang, Nakesku Malang

Eps3. Ketika Burgermu Memanaskan Bumi