Jerink SID Demo, Satgas Minta Panggil Penentang Rapid Test di Bali

"Mereka yang sejauh ini masih menentang penggunaan rapid test maupun swab tes PCR, hendaknya dipanggil, hendaknya diberikan penjelasan."

BERITA | NASIONAL

Selasa, 28 Jul 2020 10:03 WIB

Author

Dwi Reinjani

Jerink SID Demo, Satgas Minta Panggil Penentang Rapid Test di Bali

Tangkapan layar video demo tolak Rapid test oleh Masyarakat Nusantara Sehat (MANUSIA) di Lapangan Renon, Kota Denpasar, Bali, Minggu (26/7/2020). (Medsos)

KBR, Jakarta-   Ketua Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Doni Monardo meminta pemerintah Bali memanggil warga yang masih menentang adanya rapid test. Pemanggilan tersebut bertujuan untuk memberi edukasi dan pemahaman   akan maksud dan tujuan dari pengukuran tersebut.

“Jadi kami sudah berkoordinasi dengan beberapa tokoh di Bali. Mereka yang sejauh ini masih menentang penggunaan rapid test maupun swab tes PCR, hendaknya dipanggil, hendaknya diberikan penjelasan. Bahwa PCR tes termasuk juga untuk sementara rapid test, karena belum semua daerah memiliki PCR test adalah satu langkah kita untuk screening, untuk bisa mengetahui seseorang itu menderita Covid, atau seseorang itu sudah memiliki virus Covid di dalam dirinya atau belum.” Ujar Doni, dalam video conference bersama wartawan, Senin (27/07/2020).

Doni mengatakan, masyarakat yang masih menentang hal tersebut harus segera diberikan pengertian. Karena jika tidak dapat membahayakan orang lain atau keluarganya sendiri. Doni mengatakan sekalipun masyarakat lain meningkatkan kedisiplinan jika masih ada yang tidak mengikuti protokol kesehatan maka penyebaran virus masih berpeluang besar terjadi.

Sebelumnya personel  grup band Superman Is Dead, Jerinx ikut dalam aksi Masyarakat Nusantara Sehat (Manusia)  menentang adanya rapid test dan PCR tes di Bali. Saat melakukan aksi demo Jerinx maupun peserta lainnya tidak menggunakan masker.

Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Merebaknya Teori Konspirasi dan Disinformasi Covid

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Iduladha, Komunitas Banokeling Banyumas Baru Rayakan Kamis ini

Kabar Baru Jam 8