Gubernur Jatim Klaim Puncak Penularan COVID-19 Sudah Lewat

Khofifah juga mengatakan bakal melibatkan orang-orang berpengaruh di media sosial (influencer) hingga tokoh agama sebagai sarana mengedukasi masyarakat agar lebih memahami pencegahan COVID-19.

BERITA | NASIONAL

Rabu, 29 Jul 2020 09:02 WIB

Author

Heru Haetami, Astri Septiani

Gubernur Jatim Klaim Puncak Penularan COVID-19 Sudah Lewat

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Surabaya, Jawa Timur, Jumat (17/7/2020). (Foto: ANTARA/Moch Asim)

KBR, Jakarta - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengklaim puncak penularan COVID-19 di Provinsi Jawa Timur sudah lewat. 

Khofifah mengatakan berdasarkan data dan hasil analisis yang dimilikinya, penurunan penularan COVID-19 di Jawa Timur terjadi pada minggu ketiga bulan Juli. 

Selain itu, ia juga mengklaim jumlah warga yang sembuh dari covid-19 juga mengalami peningkatan yang signifikan di atas rata-rata nasional.

"Insyaallah puncaknya sudah terlewati. (Kenaikan) ini adalah di minggu pertama dan kedua Juli, sudah mengalami penurunan di minggu ketiga. Penurunan dalam seminggu ini sudah 33,4 persen. Kita berharap di seluruh provinsi tidak ada gelombang kedua (second wave). Harapan kita grafik bisa melandai signifikan," kata Khofifah dalam webinar, Selasa (28/7/2020).

Meski menyebut puncak penularan sudah lewat, Khofifah mengakui jumlah kasus positif di Jawa Timur masih berada pada urutan tertinggi secara nasional.

Ia mengingatkan agar masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan dengan ketat saat beraktivitas. Khofifah mengatakan bakal melibatkan orang-orang berpengaruh di media sosial (influencer) hingga tokoh agama sebagai sarana mengedukasi masyarakat agar lebih memahami pencegahan COVID-19.

"Kalau pemerintah dan tokoh agama sama sebetulnya. Kita ingin memetakan influencer untuk meng-influence masyarakat dan mengingatkan kalau situasi ini belum aman," kata Khofifah.

Jatim Masih Terbanyak

Hingga Selasa (28/7/2020), Provinsi Jawa Timur berada di urutan pertama daerah dengan kasus positif tertinggi dalam sepekan terakhir. 

"Jawa Timur berkontribusi pada 20.539 kasus. Kedua, DKI Jakarta dengan kontribusi 19.125 kasus," kata Juru bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito di kanal Youtube BNPB, Selasa (28/7/2020).

Posisi ketiga, ditempati Sulawesi Selatan dengan 8.881 kasus. Disusul Jawa Tengah dengan 8.412 kasus, dan Jawa Barat dengan kasus positif sebanyak 6.039.

Ia menambahkan, lima daerah tersebut berkontribusi cukup besar terhadap jumlah kasus positif yang ada di Indonesia dan kasus baru per minggu terakhir yaitu yang sejumlah 12.364 kasus.

"Lima provinsi ini perlu menjadi perhatian semua pihak. Baik pemerintah dan juga masyarakat agar tetap patuh menjalankan protokol kesehatan, baik menggunakan masker, menjaga jarak maupun rajin mencuci tangan dengan sabun," kata Wiku. 

Editor: Agus Luqman 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Merebaknya Teori Konspirasi dan Disinformasi Covid

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Iduladha, Komunitas Banokeling Banyumas Baru Rayakan Kamis ini

Kabar Baru Jam 8