Beri Izin Ekspor Benih Lobster, Ini Alasan Menteri Edhy

"Sampai hari ini sudah ada 31 perusahaan yang sudah kita verifikasi faktual yang diumumkan ada 26."

BERITA | NASIONAL

Senin, 06 Jul 2020 14:15 WIB

Author

Resky Novianto

 Beri Izin Ekspor Benih Lobster, Ini Alasan Menteri Edhy

Tangkapan layar Raker DPR dengan Menteri KKPEdhy Prabowo, Senin (06/07).

KBR, Jakarta-  Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Edhy Prabowo menyebut ekspor benih lobster merupakan langkah untuk menghidupkan denyut ekonomi nelayan. Edhy mengatakan, kebijakan ekspor benih lobster merupakan rencana yang telah dirancang sebelum adanya pandemi Covid-19. 

Kata dia, hal tersebut diharapkan bisa menjadi sumber penghidupan kembali untuk nelayan benih lobster dan  memfasilitasi masyarakat yang hidupnya bergantung pada lobster. 

'Semangat kami untuk izin ekspor dan izin budidaya lobster, karena selama ini banyak sekali peraturan yang lama, para pelaku usaha para nelayan yang selama ini hidupnya tergantung oleh penangkapan benih lobster ini, yang tadinya ada yang dibudidaya yang kemudian ada diekspor itu kita mau hidupkan kembali. Apalagi dalam situasi yang seperti ini memang kami tidak ingin bersembunyi di balik Covid-19. Sehingga semua kebijakan kita gunakan untuk menggunakan kesempatan ini. Karena kebijakan yang kami lakukan ini sebenarnya sudah kita rencanakan jauh sebelum Covid-19. " ujar Menteri Edhy saat RDP Bersama Komisi IV DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (6/7/2020).

Menteri KKP Edhy Prabowo mengatakan bahwa ekspor benih lobster juga didasari atas rentannya pengembangan benih lobster di lautan lepas. Pasalnya, persentase kehidupan benih lobster menjadi lobster dewasa sangatlah rendah, ketimbang dilakukan secara budidaya. 

Kata dia, hal ini bisa dimanfaatkan nelayan sebagai budidaya benih lobster dalam negeri maupun juga diekspor. 

'Seandainya lobster kita tinggalkan di alam, kehidupan di alam itu dia hanya bisa misalnya besar 20 ekor benih lobster ini akan jadi dewasa hanya 1 ekor. Sementara kalau dibudidaya, bisa sampai 30 persen bahkan sampai 80 persen tergantung konsep budidayanya. Dan ini bisa dilakukan secara tradisional dan melihat ini semua kepentingan masyarakat yang ada kepentingan nasional yang ada dan peluang ekonomi yang ada saya pikir kenapa kita tidak membesarkan," tutur Edhy Prabowo. 

Lebih lanjut Edhy menambahkan, saat ini terdapat 31 perusahaan yang telah mengajukan izin ekspor kepada Kementerian. Sebanyak 26 perusahaan telah memperoleh izin dan sisanya masih dalam proses verifikasi.

 Kata Edhy, KKP membuka peluang untuk koperasi bila ingin bergabung. Edhy beralasan, ekspor benih lobster akan didorong sebagai sektor baru yang akan menghasilkan nilai ekonomi. Hingga kini, Edhy mengklaim sebanyak 10 ribu nelayan telah tergabung dalam pembudidayaan lobster. 

"Masalah perusahaan masalah siapa yang diajak, kami tidak membatasi dia harus perusahaan, koperasi boleh, tapi kami tidak bisa menentukan siapa-siapa kita terima dan terus verifikasi. Sampai hari ini sudah ada 31 perusahaan yang sudah kita verifikasi faktual yang diumumkan ada 26. Kita terus berkembang, laut kita terlalu luas, wilayah kita tahu besar dan sektor ini adalah sektor yang baru. Salah satu sektor yang saya sangat yakin akan menghasilkan nilai ekonomi yang paling penting, yang tadinya tergantung hidupnya ini hidup kembali dari data nelayan sampai puluhan ribu tapi yang kita data tertulis terdaftar 10 ribu." tutupnya.


Editor: Rony Sitanggang 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Merebaknya Teori Konspirasi dan Disinformasi Covid

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Iduladha, Komunitas Banokeling Banyumas Baru Rayakan Kamis ini

Kabar Baru Jam 8