Puluhan Kabupaten Kekeringan, ini yang Disiapkan BNPB

"Sampai saat ini sudah ada tujuh provinsi yang mengalami kekeringan,"

BERITA , NASIONAL

Senin, 15 Jul 2019 16:57 WIB

Author

Astri Yuana Sari, Dian Kurniati

Puluhan Kabupaten Kekeringan, ini yang Disiapkan BNPB

Sungai Cipanas, Desa Pegagan, Indramayu, Jawa Barat, Senin (15/7/2019). Sejak sebulan terakhir, sungai yang menjadi sumber utama irigasi pertanian itu mengering. (Foto: ANTARA/Dedhez Anggara)

KBR, Jakarta- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan bencana kekeringan sudah terjadi di sejumlah provinsi. Juru Bicara BNPB Agus  Wibowo mengatakan kekeringan terjadi di puluhan kabupaten.

"Sampai saat ini sudah ada tujuh provinsi yang mengalami kekeringan, ada di Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, NTB, dan NTT," kata Juru Bicara BNPB Agus di Graha BNPB Jakarta, Senin (15/7/2019).

Dari tujuh provinsi tersebut ada 79 Kabupaten, 556 Kecamatan dan 1.969 desa yang terdampak kekeringan. Menurut prediksi BMKG, puncak kekeringan akan berlangsung selama bulan Agustus sampai September 2019 mendatang.

Menurut Agus, pemerintah sudah menyiapkan beberapa strategi untuk menangani bencana ini.

"Jadi dropping air bersih, menambah jumlah mobil tangki, menambah hidran umum, menambah sumur bor, kemudian hujan buatan juga dilakukan untuk membasahi," jelas Agus.

"Kemudian kampanye hemat air dan tentunya BNPB juga akan membantu wilayah atau provinsi yang perlu dana-dana siap pakai," tambahnya.

Agus mengatakan, pemerintah juga akan melakukan strategi jangka menengah untuk mengatasi kekeringan, yaitu revitalisasi dan reforestasi daerah aliran sungai (DAS), revitalisasi danau atau embung, pembuatan embung dan sumur bor permanen, hingga pemberian bantuan bibit pohon yang bernilai ekonomis dan ekologis.


Baca Juga:

Ribuan Hektare Sawah di Jawa Barat Kekeringan

Sepanjang 2019, Luas Kebakaran Hutan Sudah 530 Kali Lapangan Monas 


Presiden Minta Menteri Turun Tangan

Dalam menghadapi bencana kekeringan ini, Presiden Joko Widodo memerintahkan para menterinya untuk ikut bergerak.

"Saya minta para menteri dan kepala lembaga, gubernur untuk turun melihat langsung ke lapangan dan segera melakukan langkah antisipasi, mitigasi terhadap dampak kekeringan ini," kata Jokowi di kantornya, Jakarta, Senin (15/7/2019).

"Saya juga minta suplai air bersih maupun suplai air untuk pertanian agar pasokan air terjaga dan risiko terjadinya gagal panen bisa kita hindari. Kalau perlu kita lakukan modifikasi cuaca, pembangunan sumur bor," tegas Jokowi.

"Dan kita harapkan kebakaran hutan dan lahan gambut bisa kita antisipasi dan kita hindari," tambahnya. 

Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Masyarakat Sipil Tolak Rencana Amandemen UUD 1945