Kepala Daerah Sering ke Ibukota, JK Minta Maaf

"Saya sudah minta seperti dikatakan Mendagri nanti digabung-gabung. Jadi satu kali datang lima acara sekaligus, supaya biaya perjalanan bisa dihemat,”

, BERITA , NASIONAL

Kamis, 18 Jul 2019 07:54 WIB

Author

Dwi Reinjani

Kepala Daerah  Sering ke Ibukota, JK Minta Maaf

Wakil Presiden Jusuf Kalla himbau agenda pemerintahan dipadatkan demi efisiensi anggaran. (Foto: bnpt.go.id)

KBR, Jakarta - Pemerintah Pusat dinilai terlalu sering mengundang Kepala Daerah ke Jakarta. Akibatnya, berimbas negatif. Wakil Presiden, Jusuf Kalla menyebut, dampak buruknya yaitu terjadi ketidak-efisienan anggaran, sekaligus mengganggu kinerja harian para Kepala Daerah itu sendiri. 

Kalla mengatakan, belakangan ini kementerian banyak mengadakan upacara dan penghargaan untuk para Kepala Daerah seluruh Indonesia.

“Memang bulan-bulan akhir ini terlalu banyak upacara ini, minta maaf mengganggu saudara bupati dan gubernur untuk tidak bekerja dengan optimal di daerah. Jadi saya sudah minta seperti dikatakan Mendagri nanti digabung-gabung. Jadi satu kali datang lima acara sekaligus, supaya biaya perjalanan bisa dihemat,” ujar Kalla di Jakarta Convention Center, Rabu (17/7/2019).

Wapres menjelaskan,  imbauan untuk memadatkan kegiatan pemerintahan sebenarnya sudah dilakukan sejak lama, namun   penyesuian jadwal setiap kementerian dan pemerintahan tidak bisa diprediksi agar dapat dilaksanakan dalam satu waktu berbarengan.

Pernyataan Wapres Jusuf Kalla itu diamini Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo. Pada kesempatan yang sama, Tjahjo mengakui, memang belakangan banyak kegiatan di pusat yang menghabiskan anggaran cukup besar, untuk mengundang para Kepala Daerah. 

Bahkan kata Mendagri, pekan depan pun kegiatan Bank Indonesia dalam forum investasi akan mengundang gubernur, wali kota serta bupati seluruh Indonesia. Ditambah lagi tiga kementerian yang   memiliki agenda serupa, akan melaksanakannya pada bulan depan.

Editor: Fadli Gaper

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Masyarakat Sipil Tolak Rencana Amandemen UUD 1945