Kekeringan, Bulog Klaim Stok Beras Aman

"Kalau perhitungan kami kan minimal stok untuk 3 bulan, stok yang sudah kami miliki lebih dari 7 bulan. Sudah aman."

BERITA | NASIONAL

Selasa, 16 Jul 2019 15:40 WIB

Author

Heru Haetami

Kekeringan, Bulog Klaim Stok Beras Aman

Pekerja memanggul karung beras Bulog di Gudang Bulog Kelapa Gading, Jakarta (4/7/2019).(Foto: ANTARA/Nova Wahyudi)

KBR, Jakarta - Badan Urusan Logistik (Bulog) mengklaim sudah menyiapkan stok beras untuk antisipasi dampak kekeringan di sejumlah daerah.

Direktur Operasional dan Pelayanan Publik Perum Bulog, Tri Wahyudi Saleh, mengatakan saat ini stok bulog masih mencukupi untuk beberapa bulan kedepan. 

"Sekarang kan stok di Bulog cukup besar, stok di masyarakat masih banyak, stok di petani, di tempat penggilingan masih ada. Saya kira tidak perlu dikhawatirkan terkait kekeringan itu," kata Tri Wahyudi kepada KBR di Jakarta, Selasa (16/07).

Tri menjelaskan bahwa Perum Bulog menyediakan sekitar 1,5 ton beras untuk stok minimal 3 bulan ke depan. Dengan demikian, ia menilai ketersediaan stok beras menghadapi musim kekeringan bisa teratasi.

"Kalau perhitungan kami kan minimal stok untuk 3 bulan, stok yang sudah kami miliki lebih dari 7 bulan. Sudah aman," kata Tri.

"Sekarang kan bulan Juli, nanti pada saat terjadi kemarau kemudian bulan Februari mudah-mudahan sudah panen lagi. Ya kami masih bisa menyerap lagi," sambungnya.

Selain itu Tri mengungkapkan, gudang-gudang Bulog di seluruh Indonesia sudah terisi persediaan stok selama musim kemarau.

"Saat ini kami sudah sebarkan ke seluruh wilayah Indonesia, baik itu daerah kepulauan, daerah perbatasan juga sudah kami siapkan. Mengantisipasi tadi itu kekeringan dan juga terjadinya gelombang besar di wilayah kepulauan," ujarnya. 

Tri Wahyudi meminta masyarakat tidak mengkhawatirkan ketersediaan stok beras selama terjadi musim kekeringan ini. Menurutnya kekeringan yang terjadi tidak akan mengurangi pasokan beras secara signifikan.

Editor: Agus Luqman

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Tim Teknis Pengungkapan Kasus Novel Dinilai Belum Ungkap Apapun