Jokowi Perintahkan Menteri LHK Beri Izin Lahan Sambil Tutup Mata

Jokowi beralasan, ada banyak calon inventor yang mengeluh soal sulitnya mendapat izin penggunaan lahan hutan.

BERITA , NASIONAL

Senin, 08 Jul 2019 20:48 WIB

Author

Dian Kurniati

Jokowi Perintahkan Menteri LHK Beri Izin Lahan Sambil Tutup Mata

Ekspresi Presiden Jokowi saat memberikan pengarahan kepada pejabat di Istana Negara di Jakarta, Kamis (18/5/17). Foto: Antara

KBR, Bogor- Presiden Joko Widodo memerintahkan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya mempercepat penerbitan izin pabrik-pabrik yang ingin beroperasi di Indonesia. Bekas gubernur DKI Jakarta itu meminta Siti menerbitkan izin di area hutan sambil menutup mata. Jokowi beralasan, ada banyak calon inventor yang mengeluh soal sulitnya mendapat izin penggunaan lahan hutan. 

"Berkaitan dengan investasi, mungkin sudah berapa puluh kali kita sampaikan. Investasi yang berkaitan dengan ekspor, berkaitan dengan barang-barang substitusi impor, tutup mata berikan izin secepat-cepatnya. Tapi, kejadian yang ada di lapangan tidak seperti itu. Dari Kementerian Kehutanan misalnya, masih lama, ini urusan lahan," kata Jokowi di Istana Bogor, Senin (8/7).

Jokowi mengatakan, keluhan yang banyak diutarakan calon investor kebanyakan soal izin lahan atau terganjal tata ruang wilayah. Ia mencontohkan, rencana pembukaan pabrik Petrokimia, yang tak kunjung mendapat izin lahan. Padahal, menurut bekas wali kota Solo ini, produksi Petrokimia di dalam negeri sangat penting, agar impor produk tersebut bisa berkurang. Efek jangka panjangnya, kata dia, defisit neraca perdagangan bisa berkurang signifikan.

Jokowi menegaskan, izin usaha harus dibuat ringkas agar semakin banyak investor yang membuka pabrik di Indonesia. Sebab, investasi tersebut akan lebih menguntungkan, jika produk yang dihasilkan berorientasi ekspor. Selain mempermudah perizinan, Jokowi juga memerintahkan para menterinya menyiapkan insentif besar-besaran untuk industri dengan komoditas ekspor.

Editor: Sindu Dharmawan

 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

News Beat

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19