Gempa 7,2 SR Halmahera Selatan, BNPB: 6 Meninggal

BNPB mengirimkan 1 unit helikopter Mi-8 untuk mendistribusikan bantuan

BERITA | NASIONAL

Rabu, 17 Jul 2019 10:55 WIB

Author

Astri Septiani

Gempa 7,2 SR Halmahera Selatan, BNPB: 6 Meninggal

Bangunan rusak akibat gempa di Desa Yomen, Kepulauan Joronga, Halmahera Selatan, Maluku Utara, Selasa (16/7/2019). (Foto: Antara)

KBR, Jakarta- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat enam meninggal pascagempa Halmahera Selatan, Maluku Utara.   Juru bicara BNPB  Agus Wibowo mengatakan lima korban diakibatkan reruntuhan bangunan, sedangkan satu korban meninggal di pengungsian.

Satu korban meninggal dunia, Saima (90), warga Nyonyifi meninggal dunia di pengungsian daerah dataran tinggi di Desa Nyonyifi, Kecamatan Bacan Timur.  Korban lainnya adalah  Aisyah (54), asal desa Ranga-Ranga, Gane Barat Selatan,  Aspar Mukmat (20), Desa Gane Dalam, Gane Timur Selatan,  Sagaf Girato (50), Desa Yomen, Joronga, Aina Amin (50), Desa Gane Luar Kecamatan Gane Timur Selatan, dan  Wiji Siang (60), Desa Gane Luar Kecamatan Gane Timur Selatan.

Dalam keterangan tertulis BNPB mengatakan bantuan logistik terus mengalir untuk penanganan darurat. BNPB juga telah mengirimkan  1 unit helikopter Mi-8 untuk mendistribusikan bantuan, seperti tenda keluarga dan barang lainnya. Bantuan tenda lain telah disiapkan pengirimannya melalui pesawat Hercules yang tiba pada Selasa  (16/7) malam.

Selain pengiriman via udara, BNPB telah mengirimkan dukungan logistik melalui kapal. Bongkar muat dari kapal tanker ke kapal yang lebih kecil telah dilakukan.

Sejauh ini Pemerintah Halmahera Selatan telah membentuk pos komando (posko) untuk melakukan penanganan darurat. Dapur umum yang dioperasikan pemerintah daerah (pemda) yang dibantu TNI dan Polri untuk melayani 9 pos pengungsian di Kota Labuha. Pemerintah setempat menetapkan masa tanggap darurat selama 7 hari, hingga 21 Juli 2019.
 

Editor: Rony Sitanggang
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Mendikbud Nadiem Makarim Diminta Perbaiki Mental dan Moralitas