BNPB: Dampak Gempa Bali, Puluhan Bangunan Rusak dan Satu Orang Luka

BNPB juga mencatat ada 11 kali gempa susulan hingga pukul 12.00 tadi. Meski begitu, gempa di Bali ini tak berpotensi tsunami.

BERITA | NASIONAL

Selasa, 16 Jul 2019 15:48 WIB

Author

Astri Septiani

BNPB: Dampak Gempa Bali, Puluhan Bangunan Rusak dan Satu Orang Luka

Prajurit TNI memantau kerusakan pada bagian candi yang runtuh akibat gempa di Pura Lokanatha, Denpasar, Bali. (Foto: Antara/Nyoman Budhiana)

KBR, Jakarta - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat dampak dari gempa bumi dengan magnitudo 5,8 yang melanda Provinsi Bali, Selasa (16/07/2019), sekitar pukul 07.18 WIB. Juru bicara BNPB, Agus Wibowo mengatakan, hingga pukul 14.00 WIB, tercatat satu orang korban luka. 

BNPB juga mencatat ada 11 kali gempa susulan hingga pukul 12.00 tadi. Meski begitu, gempa di Bali ini tak berpotensi tsunami.

"Dampaknya menimbulkan dampak baik di Pulau Bali, Pulau Lombok maupun di Jawa Timur timur di ujung ada  Banyuwangi dan Jember yang terdampak. Ada 1 orang luka kemudian ada 38 bangunan yang mengalami kerusakan ada di situ, 2 rusak berat, 2 sedang dan 2 rusak ringan jadi 6. Kemudian 5 sarana peribadatan, 11 unit sarana pendidikan, 2 unit sarana kesehatan, 7 unit kantor gedung pemerintah, 5 unit fasum, 1 unit hotel dan 1 unit kios yang mengalami kerusakan," kata Agus di Graha BNPB.

Agus mengatakan, karena gempa di Bali tergolong kecil, maka tak ada yang mengungsi hingga saat ini. 

BNPB juga mengimbau kepada masyarakat agar tetap tenang dan tak terpengaruh isu yang tak dapat dapat pertanggungjawabkan kebenarannya.

Agus Wibowo juga meminta masyarakat menghindari bangunan yang retak atau rusak. 

Baca: Gempa 6 SR di Bali, Sejumlah Tempat Ibadah dan Fasilitas Umum Rusak

Ia juga meminta masyarakat memastikan bangunan tempat tinggal tahan gempa dan mengantisipasi kemungkinan gempa susulan.

 

Editor: Kurniati Syahdan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 12

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Menanti Kabinet Baru Jokowi

Sambut Pelantikan Jokowi-Ma'ruf, Relawan Lakukan Aksi Cukur Rambut Massal