Bilik Asmara di Lapas, Perlu atau Tidak?

"Saya pikir tidak ada kaitannya ya, antara rencana pembuatan bilik asmara dengan kalangan LGBT itu."

, BERITA , NASIONAL

Kamis, 11 Jul 2019 14:58 WIB

Author

Lea Citra

Bilik Asmara di Lapas, Perlu atau Tidak?

Ilustrasi Lapas Permisan Nusakambangan. (Foto: KBR/Muhammad Ridlo)

KBR, Jakarta - Untuk memenuhi kebutuhan seksual para warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas), salah satu jawabannya adalah dengan menyediakan bilik asmara. Tetapi itu baru wacana. Wacana yang didasarkan pada pertimbangan hak-hak penghuni Lapas, untuk memenuhi kebutuhan menyalurkan hasrat seksual atau biologisnya. 

Wacana penyediaan bilik asmara di Lapas, kontan memicu pernyataan bantahan dari Kementerian Hukum dan HAM. Bantahan yang dimaksud adalah, mengait-ngaitkan hubungan antara wacana penyediaan bilik asmara dengan kebutuhan seksual para penghuni Lapas dari kalangan Lesbian Gay Biseksual dan Transgender (LGBT) atau kaum minoritas seksual.

Juru bicara Direktoral Jenderal Pemasyarakatan KemenkumHAM, Ade Kusmanto menegaskan, pembahasan untuk menyediakan bilik asmara di Lapas, mempertimbangkan hak-hak penghuni, dalam rangka memenuhi kebutuhan seksual mereka. Ade mengatakan, semua itu masih dalam pembahasan. Soal bilik asmara itu, Pemerintah masih akan terus mengkaji dan membahasnya.

"Saya pikir tidak ada kaitannya ya, antara rencana pembuatan bilik asmara dengan kalangan LGBT itu. LGBT itu, penyimpangan perilaku seksual, disorientasi seksual yang dilakukan narapidana karena tidak bisa memenuhi hasrat biologis mereka, selama menjalani pidana. Jadi, tidak ada kaitannya dengan bilik asmara. Kalau bilik asmara, ya hasrat biologis warga binaan yang normal, ingin memenuhi kebutuhan hasrat tersebut. Mereka menginginkan adanya bilik asmara, agar selaku manusia normal itu tetap tersalurkan dengan pasangan sahnya," kata Dirjen Pas KemenkumHAM, Ade Kusmanto kepada KBR, Kamis (11/7/2019).

Ade melanjutkan, Pemerintah masih membahas dan mempertimbangkan prokontra rencana pembuatan bilik asmara di Lapas. Sejauh ini, mereka yang kontra menilai, narapidana yang tidak dapat memenuhi hasrat biologisnya, merupakan juga bagian dari hukuman itu sendiri. Namun, pihak yang setuju dengan adanya bilik asmara beranggapan, pemenuhan hasrat kebutuhan biologis merupakan hak yang harus juga diberikan kepada para narapidana, atau artinya, bukan bagian dari hukuman yang harus taat ia jalankan juga.

Sebelumnya, rencana pembuatan bilik asmara di Lapas, disebut-sebut dapat mengurangi risiko penyimpangan orientasi seksual para warga binaan penghuni Lapas. Belum jelas, bagaimana bentuk fisik bilik asmara itu? Juga, siapa saja yang berhak memanfaatkan, dan berapa lama durasi waktu setiap pemanfaatannya?

Editor: Fadli Gaper

 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Eps.2: Kuliah di UK, Cerita dari Rizki Putri Part 2

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17