Agroteknologi Jadi Jurusan Kuliah Favorit Setelah Kedokteran

Fenomena ini tidak terjadi di tahun-tahun sebelumnya. Tahun 2018 misalnya, kuliah saintek yang paling banyak diminati adalah kedokteran, farmasi dan teknik informatika.

BERITA , NASIONAL

Rabu, 10 Jul 2019 14:53 WIB

Author

Adi Ahdiat

Agroteknologi Jadi Jurusan Kuliah Favorit Setelah Kedokteran

Ilustrasi: Riset agroteknologi untuk meningkatkan produksi pertanian. (Foto: Pixabay)

KBR, Jakarta- Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Ristekdikti) telah mengumumkan hasil Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2019 pada Selasa (9/7/2019).

Selain mengumumkan nama-nama siswa yang lulus, Kemristekdikti juga menyebutkan 10 jurusan kuliah bidang sains dan teknologi (Saintek) yang paling banyak diminati tahun ini, yaitu:

  1. Pendidikan Dokter Universitas Udayana (2.301 orang)
  2. Agro-eko-teknologi Universitas Brawijaya (2.202 orang)
  3. Pendidikan Dokter Universitas Hasanudin (2.111 orang)
  4. Agroteknologi Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur (1.956 orang)
  5. Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin (1.920 orang)
  6. Agroteknologi Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta (1.884 orang)
  7. Kedokteran Universitas Sebelas Maret (1.836 orang)
  8. Teknik Kimia Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur (1.751 orang)
  9. Peternakan Universitas Brawijaya (1.734 orang)
  10. Pendidikan Dokter Universitas Jember (1.716 orang)

Seperti tahun-tahun sebelumnya, kuliah kedokteran masih jadi yang paling banyak diincar (total 7.964 orang).

Namun yang berbeda, tahun 2019 agroteknologi masuk ke daftar jurusan favorit (total 6.042 orang) hingga menjadi yang paling banyak diminati setelah kedokteran.

Fenomena ini tidak terjadi di tahun-tahun sebelumnya. Tahun 2018 misalnya, kuliah Saintek yang paling banyak diminati adalah kedokteran, farmasi dan teknik informatika.

Sedangkan tahun 2017, yang jadi favorit setelah kedokteran adalah teknik sipil dan teknik informatika.


Baca Juga: Dokter, Bidan dan Perawat Membeludak, Tapi Sebarannya Tidak Merata


Mendukung Visi Pengembangan Pangan

Masuknya agroteknologi ke dalam kelompok jurusan favorit nampak sejalan dengan visi Menteri Ristekdikti, Mohamad Nasir, untuk meningkatkan riset di bidang pangan.

Seperti pernah disampaikan Menteri Nasir, “Ketahanan pangan, kesehatan dan kebencanaan masih menjadi tantangan bagi Indonesia, maka integrasi berbagai bidang ini menjadi penting dalam menghadapi era revolusi 4.0," ujarnya dalam situs resmi Kemristekdikti.

"Oleh karena itu perguruan tinggi harus berperan menciptakan inovasi teknologi pada bidang pangan, kesehatan dan kebencanaan yang dapat bermanfaat bagi rakyat Indonesia,” tambahnya lagi.


Baca Juga: Tahun 2020, Anggaran Pendidikan Agama Jauh Mengalahkan Riset dan Mitigasi Bencana 


Bidang Kerja Agroteknologi

Program studi agroteknologi memberi pendidikan di bidang teknologi pengelolaan pertanian, baik dalam hal pemeliharaan ekosistem maupun peningkatan produksi pertanian.

Riset-riset agroteknologi juga diarahkan untuk mengatasi permasalahan di bidang pertanian-pangan-hortikultura, perbenihan serta perkebunan.

Lulusannya diharapkan mampu bekerja sebagai:

  • Pelaku industri komoditas perkebunan, pangan, hortikultura, dan atau kehutanan.
  • Pelaku industri perbenihan, pupuk, pestisida, sarana produksi pertanian, usaha industri rumah tangga berbasis pangan.
  • Pelaku industri pakan, farmaka dan bioenergi.
  • Konsultan profesional di sektor pertanian/perkebunan/lingkungan hidup.
  • Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional.
  • Fasilitator pemberdaya masyarakat dalam bidang pertanian, dan lain sebagainya.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

News Beat

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19