covid-19

Kapolri Tito Berniat Pensiun Dini

Kapolri, Tito beralasan bahwa masa tugas berkepanjangan tidak baik bagi organisasi Korps Bhayangkara

BERITA | NASIONAL

Senin, 10 Jul 2017 12:58 WIB

Author

Yudi Rachman

Kapolri Tito Berniat Pensiun Dini

Kapolri, Tito Karnavian. Foto: Antara

KBR,  Jakarta - Kepala Kepolisian Indonesia, Tito Karnavian menyatakan niat untuk pensiun dini dari Korps Bhayangkara. Itu artinya Tito tidak ingin menyelesaikan masa tugasnya sebagai Kapolri hingga masa pensiun.

"Kalau boleh pilih, saya tidak ingin selesai sampai 2022. Kenapa? Terlalu lama. Tidak baik bagi organisasi, tidak baik bagi saya sendiri. Bagi organisasi, organisasi membutuhkan penyegaran. Perlu ada kepemimpinan baru dan seterusnya. Bayangkan kalau saya jadi Kapolri terus 6-7 tahun. Anggota bosan, organisasi bosan, saya juga bosan," ungkap Tito usai upacara Peringatan Hari Bhayangkara ke-71 yang digelar di Lapangan Monas, Jakarta Pusat, Senin (10/7/2017).

Jenderal Polisi Tito Karnavian dilantik Presiden Joko Widodo pada 13 Juli 2016. Lulusan Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (AKABRI) 1987 ini menggantikan Jenderal Polisi Badrodin Haiti yang sudah masuk masa pensiun.

Selama kurang lebih setahun menjabat Kapolri, menurut Tito, jabatan tersebut membutuhkan effort dan perhatian yang sangat besar. "Menjadi Kapolri itu penuh dengan kehidupan yang stress full. Banyak persoalan-persoalan. Wajar juga kalau saya ingin punya kehidupan yang less stress," ungkapnya.

Meski begitu, Tito menegaskan tidak berniat untuk terjun ke dunia politik setelah pensiun. Kepada wartawan, dia mengaku ingin fokus bersama keluarganya.
 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Mampukah Polisi Respons Cepat Kasus yang Libatkan Anggotanya?