Bagikan:

Tertekan Inflasi, Upah Riil Buruh Tani & Bangunan Turun

"Inflasi kita melebihi kenaikan upah buruh tani," kata Kepala BPS Suryamin.

BERITA | NASIONAL

Jumat, 15 Jul 2016 16:20 WIB

Author

Dian Kurniati

Tertekan Inflasi, Upah Riil Buruh Tani & Bangunan Turun

Sejumlah buruh tani sedang bekerja menanam biji kacang hijau di lahan pertanian di Kabupaten Madiun Jawa Timur. (Foto: ANTARA)

KBR, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat upah nominal harian buruh tani mengalami kenaikan sebesar 0,21 persen.

Namun, Kepala BPS Suryamin mengatakan, nilai itu jika dilihat secara riil justru mengalami penurunan 0,38 persen karena tertekan inflasi.

Perubahan upah riil itu menggambarkan perubahan daya beli dari pendapatan yang diterima buruh, sehingga semakin tinggi upah riilnya, semakin tinggi pula daya belinya.

"Upah nominal harian buruh tani secara absolut atau total meningkat 0,21 persen, tetapi secara riil menurun, karena inflasi kita melebihi kenaikan upah itu. Karena itu, penting untuk mengendalikan laju inflasi," kata Suryamin di kantornya, Jumat (15/7/2016).

BPS mencatat upah buruh tani secara nominal naik 0,21 persen dibandingkan Mei. Kenaikan itu dari Rp47.796 per hari menjadi Rp47.898 per hari. Namun, apabila dilihat secara rill, terjadi penurunan sebesar 0,38 persen dibandingkan Mei, yakni dari Rp37.563 per hari menjadi Rp37.421 per hari.

Data BPS juga menyebutkan upah buruh bangunan secara nominal mengalami kenaikan 0,43 persen dari Rp81.677 menjadi Rp82.028 per hari. Namun secara rill upah buruh bangunan turun 0,22 persen dari Rp66.146 menjadi Rp65.997 per hari.

Sementara itu, upah pembantu rumah tangga secara nominal naik 0,03 persen dari Rp361.137 menjadi Rp361.245 per bulan, dan secara rill turun 0,62 persen dari Rp292.466 menjadi Rp290.647 per bulan.

Pada Juni lalu, BPS mencatat indeks harga konsumen mengalami inflasi 0,66 persen. Suryamin mengatakan, selain kenaikan tarif angkutan udara, masih ada beberapa pendorong inflasi lainnya, yakni kenaikan harga daging ayam ras hingga 5,63 persen dengan andil terhadap inflasi 0,07 persen.

Ada pula kenaikan harga ikan segar sebesar 2,15 persen dengan andil terhadap inflasi 0,06 persen. Kenaikan harga telur ayam sebesar 5,86 persen juga memberi andil sebesar 0,04 persen terhadap inflasi.

Komoditas pendorong deflasi adalah bawang merah yang mengalami penurunan harga 10,19 persen atau andil 0,07 persen terhadap deflasi.

Editor: Agus Luqman
 

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Jalan Berliku Warga Ibu Kota Dapatkan Udara Bersih