Teror Bom, Tito Sebut Polisi (Masih) Jadi Target

Jadi siapa yang memerangi mereka itu menjadi prioritas.

BERITA | NASIONAL

Rabu, 06 Jul 2016 19:44 WIB

Author

Randyka Wijaya

Teror Bom, Tito Sebut Polisi (Masih) Jadi Target

Polisi menjaga TKP bom di Mapolresta Surakarta (Foto: Antara)

KBR, Jakarta- Aparat kepolisian akan selalu menjadi target teroris di Indonesia. Alasannya, kata Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Tito Karnavian, para teroris menganggap polisi kafir karena selama ini polisi dinilai selalu menghalangi aksi mereka.

"Ya dia memang mau menarget polisi. Karena kepolisian itu dianggap sebagai kafir harbi. Kafir harbi itu kafir yang memerangi mereka. Jadi siapa yang memerangi mereka itu menjadi prioritas," kata Tito Karnavian di Balai Sudirman Jakarta, Rabu (06/07/2016).

Tito juga menyebut teroris jaringan ISIS turut menyerang sesama umat muslim yang tak sepaham dengan mereka. "Ya karena doktrin mereka Takfiri," imbuhnya.

Di Indonesia, polisi telah beberapa kali menjadi sasaran aksi teror. Diantaranya, kejadian bom di Mapolres Solo kemarin yang melukai seorang polisi mau pun bom Sarinah, Jakarta awal tahun ini yang menewaskan tiga polisi.
Adanya bom di Mapolres Surakarta kemarin membuat penjagaan di sejumlah markas polisi diperketat. Antara lain di Mabes Polri, Cirebon, Bondowoso, dan Jombang.

TNI Sudah Tau Bakal Ada Teror
Sementara itu TNI mengklaim, telah mengingatkan adanya kemungkinan bom bunuh diri di Indonesia. Panglima TNI Gatot Nurmantyo mengatakan, pihaknya telah memprediksi menyusul sejumlah aksi teror di berbagai belahan dunia.

"Sejak awal TNI selalu membantu memberikan informasi, apa pun yang diperlukan kami siap. Sudah diingatkan kan, bahwa dengan kejadian-kejadian tersebut kemungkinan di Indonesia akan terjadi. Dan kita semua sudah waspada," kata Gatot Nurmantyo di Balai Sudirman Jakarta, Rabu (06/07/2016).

Bantuan personel kepada Kepolisian, kata Gatot, sudah dilakukan melakui mekanisme Bawah Kendali Operasi (BKO).

"Sejak awal prajurit TNI sudah BKO kepada Kepolisian Republik Indonesia, baik prajurit di lapangan maupun intelejen," tambahnya.

Kata dia, ada atau tidak ancaman teror, penjagaan di markas TNI selalu diperketat. Sehingga, dapat diatangani sejak awal kejadian.

Editor: Dimas Rizky 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Hutan dan Sabana Gunung Rinjani Terbakar

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7