Survei: Tingkat Kepuasan Warga DKI terhadap Ahok Meningkat 6 Persen

Mayoritas responden memilih Ahok karena dianggap sudah punya bukti nyata dari hasil kerjanya.

BERITA , NASIONAL

Kamis, 21 Jul 2016 20:51 WIB

Author

Lukman Alfarisi

Survei: Tingkat Kepuasan Warga DKI terhadap Ahok Meningkat 6 Persen

Hasil survei SMRC terkait tingkat kepuasan kinerja pasangan Gubernur Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Syaiful Hidayat. (Foto: Twitter/@SMRC)



KBR, Jakarta - Tingkat kepuasan warga DKI Jakarta terhadap kinerja Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mencapai 69,7 persen.

Data itu diperoleh dari survei yang dilakukan badan riset dan konsultasi SMRC (Saiful Murjani Research and Consulting) di Jakarta, Kamis (21/7).

Hasil riset itu menunjukkan kenaikan tingkat kepuasan warga DKI Jakarta sekitar 6,7 persen dibandingkan survei sebelumnya pada Agustus 2015 sebesar 63 persen.

SMRC mengumumkan hasil surveinya terkait pemilih DKI dan kinerja Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, terhadap Pilkada ibu kota yang akan dilangsungkan pada Februari 2017 mendatang.

Proses survei sendiri dilakukan pada 24-29 Juni 2016, setelah sebelumnya sudah dilakukan pada Agustus tahun lalu, dengan pembahasan yang sama. Survei dilakukan terhadap 820 responden, mengenai kinerja petahana, isu SARA, isu Teman Ahok dan partai politik.

Berbagai alasan menjadi faktor kuat naiknya elektabilitas Ahok, di antaranya terkait kinerjanya dalam melakukan pelayanan pemerintah bagi warga kelurahan maupun kecamatan, kondisi rumah sakit dan puskesmas, dan kondisi gedung-gedung sekolah.

Isu SARA

Isu SARA, khususnya agama dan etnis, juga dipilih menjadi bahasan dalam survei ini, melihat dua isu tersebut menjadi topik hangat terkait pemilihan kepala daerah DKI Jakarta. Namun isu SARA tidak mempengaruhi elektabilitas Ahok.

Terkait dengan pertanyaan "Muslim tidak boleh dipimpin bukan muslim", mayoritas responden yaitu sebesar 50 persen tidak setuju pandangan tersebut. Sedangkan yang setuju 41 persen.

Sedangkan anggapan atau pertanyaan "etnis minoritas tidak boleh memimpin mayoritas", 66 persen responden tidak setuju. Hanya 24 responden yang setuju dengan sikap itu.

Pilihan pengusung Ahok di pilkada DKI 2017 juga tidak terlalu mempengaruhi minat pemilih, apakah diusung PDIP, koalisi partai politik atau Teman Ahok. Mayoritas pemilih akan tetap memilih Ahok di Pilkada. Mayoritas responden memilih Ahok karena dianggap sudah punya bukti nyata dari hasil kerjanya. Alasan lain adalah Ahok dipilih karena tegas berwibawa, dan berpengalaman di pemerintahan.

Survei SMRC juga menunjukkan hingga kini belum ada kandidat lain yang bisa mengungguli elektabilitas Ahok. Baik dihadapkan dengan sejumlah nama lain atau head to head dengan nama-nama populer, Ahok masih unggul di atas 50 persen. Sejumlah nama yang memperoleh dukungan cukup banyak antara lain Yusril Ihza Mahendra, Tri Rismaharini, Sandiaga Uno, Yusuf Mansur dan Adhyaksa Dault.

Pada head to head, nama Tri Rismaharini justru menjadi pesaing terkuat Ahok, dengan perolehan 26,6 persen sedangkan Ahok mendapatkan 58,4 persen dukungan.

Hasil survei ini pun dianggap tidak mengejutkan, sehubungan dengan survei-survei oleh sejumlah lembaga lain—relatif menunjukkan hasil serupa yang telah dilakukan sebelumnya.

Editor: Agus Luqman
 

Berita Terkait

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Polisi Didesak Ungkap Jaringan Perdagangan Orang dengan Modus Pernikahan