Bagikan:

Soal Pembajakan Kapal, TNI Dorong Kesepakatan Dengan Filipina dan Malaysia

Penandatangan SOP memungkinkan TNI masuk ke wilayah FIlipina atau Malaysia, apabila terjadi pembajakan.

BERITA | NASIONAL

Selasa, 12 Jul 2016 09:44 WIB

Soal Pembajakan Kapal, TNI Dorong Kesepakatan Dengan Filipina dan Malaysia

KRI Imam Bonjol 383. Foto: Antara

KBR, Jakarta - Tentara Nasional Indonesia (TNI) terus mendorong penandatanganan kesepakatan dengan angkatan bersenjata Filipina dan Malaysia. Juru bicara TNI Tatang Sulaeman menjelaskan, kesepakatan itu menyangkut pembajakan yang disertai penculikan awak kapal, seperti yang beberapa kali dialami oleh warga negara Indonesia (WNI).

Sebab menurut Tatang, nota kesepahaman yang telah disepakati antara Menteri Luar Negeri masing-masing negara, perlu ditindaklanjuti dengan penandatanganan standar operasional prosedur (SOP) oleh masing-masing angkatan bersenjata. Sehingga hal tersebut memungkinkan TNI masuk ke wilayah FIlipina atau Malaysia, apabila terjadi pembajakan.

"Penandatanganan memang sudah dilakukan oleh Menteri Luar Negeri masing-masing negara, kemudian ditindaklanjuti dengan kesepakatan antara Menteri Pertahanan masing-masing negara. Namun SOP antara ketiga negara ini yang belum diselesaikan. SOP ini yang membuat para Panglima (angkatan bersenjata di masing-masing negara-red). Kalau poin-poin dalam SOP itu sudah saling disepakati, maka dimungkinkan TNI bisa mengambil tindakan apabila ada kejadian pembajakan dan penculikan," katanya.

Terkait pembebasan 3 WNI yang disandera di wilayah Filipina, Tatang menambahkan, sementara ini masih diupayakan melalui jalur diplomasi.

"Hambatan bagi TNI untuk menggunakan cara militer tidak bisa begitu saja dilakukan karena belum ada kesepakatan SOP itu tadi," ujarnya.

Tiga WNI kembali disandera kelompok Abu Sayyaf di perairan Lahat Datu, Malaysia. Penculik membawa ketiga sandera itu ke perairan Tawi-Tawi, Filipina Selatan. Sementara ini, Tatang menambahkan, pemerintah sedang menunggu penyusunan SOP antara ketiga penglima angkatan bersenjata ketiga negara yakni Indonesia, Malaysia dengan Filipina dalam penanganan teknis pembajakan.

Editor: Sasmito

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Kabar Baru Jam 7

Kiprah dan Harapan Satu Abad NU

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 11

Most Popular / Trending