RI Masih Yakin MSG Tak Akan Terima ULMWP

ULMWP telah menyampaikan permohonan keanggotaan tetap pada Pertemuan Menteri luar Negeri MSG yang berlangsung di Fuji pada 14-16 Juni 2016 lalu.

BERITA | NASIONAL

Rabu, 13 Jul 2016 15:33 WIB

Author

Wydia Angga

RI Masih Yakin MSG Tak Akan Terima ULMWP

Logo ULMWP

KBR, Jakarta- Dirjen Strategi Pertahanan, Kementerian Pertahanan, Yoedhi Swastanto mengatakan pertemuan para Petinggi Melanesian Spearhead Group (MSG) di Solomon Island belum masuk ke pembahasan yang menentukan keanggotaan Gerakan Bersatu Pembebasan Papua Barat  (ULMWP).

Yoedhi mengatakan, sebagai delegasi RI yang berangkat ke Solomon, dirinya yakin ULMWP tidak memenuhi syarat untuk diterima. Sebab kata dia UMLWP bukan berupa negara. Sementara salah satu syarat menjadi keanggotaan penuh MSG haruslah berbentuk negara yang berdaulat. 

“Jadi me-refer hasil di Lautoka Fiji beberapa waktu lalu, ini menindaklanjuti itu, tetap sama, untuk persyaratan menjadi full member kan salah satu pasalnya harus negara berdaulat,” ungkap Yoedhi kepada KBR (13/7/2016).

Dia melanjutkan, “Ini belum pembahasan. sedang persiapan.  Tapi secara prinsip, agendanya begitu. (Bagaimana lobi kepada anggota MSG untuk tidak menerima ULMWP?) Yang jelas posisi sudah jelas, Papua Nugini dan Fiji tidak mendukung."

ULMWP telah menyampaikan permohonan keanggotaan tetap pada Pertemuan Menteri luar Negeri MSG yang berlangsung di Fuji pada 14-16 Juni 2016 lalu, setelah sejak tahun 2015 menjadi anggota pengawas atau observer MSG. Sementara untuk keputusannya, akan diberikan pada pertemuan para pemimpin MSG sebulan berikutnya, yakni dalam pertemuan minggu ini di Solomon Island. 

“Keputusan soal itu akan dilakukan oleh MSG dengan cara konsensus dalam penentuan keanggotaan, tidak dengan sistem voting,” tambah Yoedhi.

Sebelumnya, penanggungjawab Lembaga Kemanusiaan Papua Honai Center, Basilius Triharyanto berpendapat ULMWP berpeluang diterima sebagai anggota MSG atas permohonan kembali yang diajukan mereka di Fiji.

"Perkembangan bebarapa bulan terakhir ini, mulai terlihat pemetaannya. Posisinya saat ini ketua MSG sendiri, perdana menteri Solomon Island Manasseh Sogavare menegaskan sejak awal bahwa ia mendukung penuh kehadiran ULMWP dalam MSG. Manasseh Sogavare sendiri akan memimpin pertemuan tingkat pimpinan negara-negara MSG pada Bulan Juli depan," kata Basilius kepada KBR (15/6/2016).

Meski begitu, menurut Basilius, tidak mudah bagi langkah yang ditempuh ULMWP karena ada upaya dari Pemerintah Indonesia untuk menghambat status mereka dinaikkan menjadi anggota tetap.

Basilius menambahkan, anggota MSG yakni Fiji dan PNG merupakan dua negara yang bersahabat dengan pemerintah Indonesia. Mereka beberapa kali diklaim mendukung Indonesia, di beberapa forum sidang, keberpihakan mereka kepada Indonesia lebih kuat. Sementara untuk negara anggota lain yang sejak awal mendukung West Papua untuk menjadi anggota MSG adalah Vanuatu, Salomon Island dan New Caledonia.

"Di dalam forum itu memang ada perdebatan, tapi kalau melihat komitmennya tidak berubah. Diterimannya ULMWP dalam MSG sangat terbuka.  Dan yang melatarbelakangi itu adalah memang hari-hari ini semakin terbuka isu hak asasi manusia yang mendapatkan solidaritas di kalangan negara-negara Melanesia," pungkasnya. (mlk)

https://ssl.gstatic.com/ui/v1/icons/mail/images/cleardot.gif

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Koalisi Gemuk Pemerintah Dinilai Ancam Demokrasi