Bagikan:

Penyanderaan 3 WNI di Malaysia, Pemerintah Gelar Rapat

Pemerintah menggelar rapat tarkait penyanderaan tiga Warga Negara Indonesia (WNI) kelompok bersenjata di wilayah perairan Lahad Datu, Malaysia.

BERITA | NASIONAL

Senin, 11 Jul 2016 10:08 WIB

Penyanderaan 3 WNI di Malaysia, Pemerintah Gelar Rapat

Ilustrasi perompak. Foto: ANTARA

KBR, Jakarta - Pemerintah menggelar rapat tarkait penyanderaan tiga Warga Negara Indonesia (WNI) oleh kelompok bersenjata di wilayah perairan Lahad Datu, Malaysia. Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), Sutiyoso lewat pesan singkat pada KBR mengatakan, rapat itu gelar bersama Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan dengan Kementerian dengan Kementerian Luar Negeri.

"Rapat tersebut akan dilakukan di kantor Kemenkopolhukam pada siang ini," kata Sutiyoso melalui pesan singkatnya, Senin (11/7/2016).

Sementara itu, Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kemenlu Lalu Muhammad Iqbal mengatakan, Kementerian Luar Negeri terus berkoordinasi dengan sejumlah pihak seputar kabar itu.

"Segera setelah semua info terverifikasi, Menlu akan menyampaikan pernyataan resmi," kata dia.

Informasi soal penyanderaan terhadap tiga WNI beredar pada Sabtu 9 Juli lalu. Kantor Berita Star One menuliskan, lima pria yang menculik tiga warga Indonesia di perairan Lahad Datu pada Sabtu malam dengan menggunakan senapan hingga peluncur granat. Kepolisian setempat, Abdul Rashid mengatakan penculikan terjadi sekitar 3,5 mil laut dari pantai Kampung Sinakut pada pukul 11.40 malam waktu setempat.

Kelima penculik yang menaiki speed boat mendekati kapal penangkap ikan berisi tujuh orang dan kemudian menculik tiga WNI. Rashid mengatakan, lima pria bersenjata itu menculik tiga WNI, namun melepaskan empat penumpang kapal lainnya. Empat orang itu terdiri dari satu WNI dan tiga warga Malaysia etnis Bajau Laut.




Editor: Quinawaty  

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Kabar Baru Jam 7

Tergoda Perpanjangan Masa Jabatan Kepala Desa

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 11

Most Popular / Trending