Penutupan Sekolah Gulen, Istana Belum Terima Permintaan Turki

"Tentunya kita juga tidak mau urusan dalam negeri kita dicampuri oleh siapapun, maka dengan demikian, urusan dalam negeri Indonesia menjadi tanggung jawab Indonesia."

BERITA | NASIONAL

Jumat, 29 Jul 2016 16:05 WIB

Author

Ninik Yuniati

Penutupan Sekolah Gulen, Istana Belum Terima Permintaan Turki

Ulama Fethullah Gulen, yang disalahkan atas kudeta yang gagal oleh pengikutnya di Turki, terlihat dalam video sedang berbicara kepada wartawan di rumahnya di Saylorsburg, Pennsylvania, Amerika Serikat



KBR, Jakarta- Istana kepresidenan menyatakan  belum menerima permintaan resmi dari Pemerintah Turki untuk menutup 9 lembaga pendidikan yang diduga terkait kelompok Fethullah Gulen. Sekretaris Kabinet Pramono Anung menyinggung soal kedaulatan negara ketika ditanya tentang isi permintaan tersebut.

Kata dia, pemerintah menolak campur tangan negara lain terhadap urusan dalam negeri. Pramono menegaskan, siapapun yang secara sah diakui oleh pemerintah Indonesia, maka akan tunduk kepada hukum dan perundang-undangan di Indonesia.

"Tentunya kita juga tidak mau urusan dalam negeri kita dicampuri oleh siapapun, maka dengan demikian, urusan dalam negeri Indonesia menjadi tanggung jawab Indonesia. Termasuk siapapun yang secara resmi diatur dalam UU telah mendapatkan persetujuan oleh pemerintah di Indonesia tentunya peraturan perundangan Indonesia lah yang digunakan, karena kedaulatan itu menjadi penting bagi Indonesia," kata Pramono Anung di kantor Seskab, Jumat (29/7/2016).

Sebelumnya, rilis resmi dari Kedutaan Besar Turki untuk Indonesia menyebutkan 9 lembaga pendidikan di Indonesia yang diduga berafiliasi dengan Kelompok Gulen. Antara lain, Pribadi Bilingual Boarding School yang berada di Depok dan Bandung, Kharisma Bangsa Bilingual Boarding School di Tangerang Selatan, Semesta Bilingual Boarding School di Semarang, dan Kesatuan Bangsa Bilingual Boarding School di Yogyakarta, Sragen Bilingual Boarding School di Sragen, Fatih Boy’s School dan Fatih Girl’s School di Aceh, serta Banua Bilingual Boarding School di Kalimantan Selatan 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Pemerintah Sebut Sertifikasi Layak Nikah Tak Wajib

Super You by Sequis Online, Asuransi Online untuk Milenial