OTT Suap PN Jakpus, KPK Tetapkan 3 Tersangka

"Tujuannya adalah, karena RAW merupakan penasihat hukum dari PT KTP (PT Kapuas Tunggal Persada), untuk memenangkan perkara perdata antara PT KTP sebagai tergugat dengan PT MMS"

BERITA | NASIONAL

Jumat, 01 Jul 2016 18:32 WIB

Author

Randyka Wijaya

OTT Suap PN Jakpus, KPK Tetapkan 3 Tersangka

Petugas menunjukkan uang barang bukti yang disita dari operasi tangkap tangan kasus suap panitera PN Jakarta Pusat di Jakarta, Jumat (1/7). (Foto: Antara)

KBR, Jakarta- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan tiga tersangka dalam kasus suap Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus) jilid II. Tiga orang itu antara lain, Panitera Pengganti PN Jakpus Muhammad Santoso (SAN), Raoul Adhitya Wiranatakusumah (RAW) pengacara di Wiranatakusumah Legal & Consultant dan stafnya Ahmad Yani (AY).

Wakil Ketua KPK Basaria Pandjaitan mengatakan, suap tersebut soal sengketa perkara perdata dua perusahaan di PN Jakpus.

"Penyidik menyimpulkan penetapan terhadap tiga orang tersangka. Yaitu terhadap saudara SAN yang merupakan panitera pengganti. Kemudian pemberinya adalah RAW sebagai pengacaranya dan AW yang merupakan stafnya. Tujuannya adalah, karena RAW merupakan penasihat hukum dari PT KTP (PT Kapuas Tunggal Persada), untuk memenangkan perkara perdata antara PT KTP sebagai tergugat dengan PT MMS di Pengadilan Jakarta Pusat," kata Basaria Pandjaitan di Gedung KPK Jakarta, Jumat (01/07/2016).

Kemarin petang (30/06), tim KPK memantau lokasi serah terima antara Santoso dengan Ahmad. Kemudian tim KPK mengejar Santoso yang tengah naik ojek dan menangkapnya di daerah Matraman, Jakarta Pusat. Dalam penangkapan itu penyidik menyita uang di dua amplop masing-masing SGD 25 ribu dan SGD 3 ribu.

Sedangkan, Ahmad ditangkap di daerah Menteng, Jakarta Pusat. Selain itu, KPK juga turut menangkap tukang ojek yang sedang dinaiki Santoso, berinisial B. Hingga berita ini diturunkan, kata Basaria, B masih diperiksa oleh penyidik KPK.

"Terhadap B sebagai pengojek sampai saat ini masih diperiksa kalau sudah selesai akan diputuskan," ungkapnya.

Siang harinya (30/06), majelis hakim memutuskan gugatan PT Mitra Maju Sukses (MMS) ditolak dan sidang dimenangkan oleh PT Kapuas Tunggal Persada (PT KTP) sebagai pihak tergugat.

Meski tak terjaring dalam OTT KPK, Raoul sebagai pengacara PT KTP langsung ditetapkan sebagai tersangka oleh lembaga antirasuah itu.

Basaria mengatakan,   akan mendalami dugaan keterlibatan majelis hakim PN Jakpus dalam kasus ini. Begitu pula dengan sumber uang yang diberikan kepada Santoso, apakah dari pihak yang berpekara yakni, PT KTP atau bukan.

Editor: Rony Sitanggang
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Rangkuman Berita Sepekan KBR

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Jaksa Agung Diminta Klarifikasi Pernyataan bahwa Tragedi Semanggi I-II Bukan Pelanggaran HAM Berat