Orangtua Korban Vaksin Palsu Berunjuk Rasa Suarakan 7 Tuntutan

Sekitar 30 orangtua korban vaksin palsu di Rumah Sakit Harapan Bunda, Ciracas Jakarta Timur menggelar unjuk rasa menuntut pertanggungjawaban pihak rumah sakit.

NASIONAL | BERITA

Sabtu, 23 Jul 2016 16:57 WIB

Author

Yudi Rachman

Orangtua Korban Vaksin Palsu Berunjuk Rasa Suarakan 7 Tuntutan

Orangtua korban vaksin palsu berunjuk rasa menuntut pertanggungjawaban pihak RS Harapan Bunda, Ciracas, Jakarta Timur. (Foto: KBR/ Yudi Rachman)



KBR, Jakarta - Sekitar 30 orangtua korban vaksin palsu di Rumah Sakit Harapan Bunda, Ciracas Jakarta Timur menggelar unjuk rasa menuntut pertanggungjawaban pihak rumah sakit.

Aksi yang berlangsung selama 30 menit itu menyuarakan tujuh tuntutan, di antaranya penerbitan daftar pasien yang diimunisasi di RS Harapan Bunda periode 2003-2016, meminta manajemen rumah sakit untuk melakukan medical check up sekaligus menanggung pembiayaan medical check up di rumah sakit yang ditentukan keluarga korban.

Selain itu, keluarga korban meminta jaminan kesehatan atau asuransi kesehatan penuh hingga batas waktu yang tak ditentukan. Kendati demikian, Ketua Forum Komunikasi Keluarga Vaksin Korban RS Harapan Bunda Agus Siregar mengaku kecewa lantaran hingga kini pihak manajemen belum memiliki niat baik untuk menemui keluarga korban. Sehingga, pihaknya pun belum mendapatkan data-data rekam medik pasien yang menerima vaksin dari RS Harapan Bunda.

Baca Juga:

"Hari ini adalah hari anak nasional, kita prihatin, anak-anak kita diberikan vaksin palsu. Tidak ada pertanggunganjawaban dari rumah sakit dan tidak pernah menemui kami selama sepekan," jelas Agus di Jakarta, Sabtu (23/7/2016).

Agus menambahkan, keluarga korban akan terus menunggu dan menuntut pihak rumah sakit untuk kooperatif dan bertanggung jawab atas apa yang terjadi kepada keluarga korban vaksin. "Kami akan terus menuntut sampai tuntutan kami dipenuhi," tegasnya.

Lebih lanjut kata Agus, keluarga korban juga meminta kepastian jumlah pasien yang disuntik vaksin palsu di rumah sakit tersebut.

"Kita tidak tahu jumlahnya.Makanya itu kita menuntut rumah sakit terbuka dan memberikan data sebenarnya berapa korban yang terkena vaksin palsu," katanya.




Editor: Nurika Manan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18