Bagikan:

Minta Bantuan Tokoh MNLF, Luhut Klaim Tak Ada Imbalan

Nur Misuari adalah pendiri Moro National Liberation Front (MNLF).

BERITA | NASIONAL

Kamis, 21 Jul 2016 11:30 WIB

Author

Sasmito

Minta Bantuan Tokoh MNLF, Luhut Klaim Tak Ada Imbalan

Menkopolhukam Luhut Panjaitan. Foto: Setkab.go.id


KBR, Jakarta - Menteri Kordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan, Luhut Panjaitan mengklaim pelibatan Nur Misuari dalam upaya pembebasan sandera kelompok Abu Sayyaf tanpa imbalan. Nur Misuari adalah pendiri Moro National Liberation Front (MNLF).


Menurutnya, bantuan itu dicapai murni dibangun dari hubungan baik pemerintah Indonesia dengan Nur Misuari.

"Memang historically ada hubungan dengan Indonesia. Kita kontak siapa aja sih,  ga cuma dia. Seperti saya katakan, hubungan Indonesia dengan Nur Misuari baik, hubungan pemerintah Filipina juga bagus sama dia, hubungan Nur Misuari dengan Abu Sayyaf juga bagus," kata dia, Kamis(21/7).

Baca: Lagi, 7 WNI Disandera Kelompok Abu Sayyaf

Luhut mengaku pernah dua kali bertemu Misuari. Saat itu, Luhut masih menjadi Menteri Perindustrian dan Perdagangan Indonesia tahun 2001. Menurutnya, bantuan Misuari dilandaskan pada hubungan baik tersebut.

Saat ini, 10 Warga Negara Indonesia masih ditawan oleh kelompok Abu Sayyaf. Nur Misuari adalah bekas pemimpin Moro National Liberal Front(MNLF). Kelompok Abu Sayyaf merupakan pecahan dari MNLF.

Luhut memastikan pemerintah terus memantau kondisi para sandera. Informasi terakhir yang diterimanya, kesepuluh sandera dalam kondisi baik. Sekalipun meminta bantuan bekas pemimpin MNLF, Luhut memastikan upaya pembebasan tetap melibatkan pemerintah Filipina.

"Saya bilang berkali-kali, kita gunakan semua kemungkinan untuk bisa melakukan pendekatan-pendekatan terhadap penyelesaian sandera ini, bersama-sama dengan pemerintah Filipina. Tidak bisa tanpa pemerintah Filipina,"tegas Luhut.


Editor: Sasmito

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Kabar Baru Jam 7

Kiprah dan Harapan Satu Abad NU

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 11

Most Popular / Trending